nusatara,Bengkulu – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bengkulu menyampaikan laporan akhir tahun yang mencakup pencapaian signifikan dalam pencegahan, pemberantasan, dan rehabilitasi penyalahgunaan narkotika sepanjang 2024. Kepala BNN Kota Bengkulu, Kombes Pol. Deden Adriana, S.H, menegaskan bahwa keterbukaan ini bertujuan untuk mengukur efektivitas kinerja sekaligus mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam memerangi ancaman narkoba.
Fokus pada Transformasi dan Kolaborasi
Menghadapi perubahan pola kejahatan narkotika, BNN menguatkan strategi berbasis kolaborasi lintas sektor, penegakan hukum, dan rehabilitasi. Program unggulan, termasuk pembentukan 10 remaja teman sebaya anti narkotika dan deklarasi dua kelurahan bersinar baru, yakni Kelurahan Lingkar Barat dan Lingkar Timur telah dideklarasikan, menjadikan total kelurahan bersinar di Kota Bengkulu menjadi 17 Kelurahan, menunjukkan dampak positif di masyarakat.
Komitmen pada Masa Depan Bebas Narkoba
Dengan intervensi berbasis masyarakat, rehabilitasi yang meningkatkan kualitas hidup klien hingga 72%, dari target 68 %, serta pengawasan terpadu melalui tes urine dan asesmen hukum. BNN Kota Bengkulu memperlihatkan keseriusan dalam menangani tantangan narkotika. “Kolaborasi dan inovasi adalah kunci. Bersama-sama, kita wujudkan Bengkulu yang lebih aman dan tanggap terhadap ancaman narkoba,” tegas Kombes Pol. Deden.
Momentum akhir tahun ini menjadi pengingat pentingnya sinergi masyarakat dan pemerintah dalam menciptakan kota yang sehat dan bebas dari bahaya narkotika.(Uj













