BENGKULU – Keluhan warga Kecamatan Ratu Samban terkait persoalan drainase dan pencemaran lingkungan kembali mencuat dalam Reses Masa Sidang III Tahun 2025 yang digelar Anggota DPRD Kota Bengkulu, Sudisman, Senin (8/12/2025).
Warga menyoroti kondisi drainase di Jalan MT Haryono yang tidak mampu menampung debit air saat hujan deras, sehingga banjir kerap mencapai lutut orang dewasa. Situasi ini dinilai sangat mengganggu aktivitas masyarakat dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Tak hanya itu, drainase di kawasan Padang Jati, tepatnya di belakang Hotel Mercure, turut dikeluhkan karena sering menimbulkan bau menyengat. Aroma tak sedap tersebut diduga berasal dari aliran limbah yang mencemari lingkungan sekitar.
Warga berharap Pemkot dan Dinas PUPR Kota Bengkulu segera meninjau lokasi dan memberikan solusi nyata.
Sudisman menegaskan bahwa seluruh aspirasi tersebut akan menjadi bahan pembahasan di internal DPRD dan disampaikan kepada Pemerintah Kota Bengkulu untuk ditindaklanjuti. Ia juga memastikan bahwa DPRD akan menjadwalkan inspeksi mendadak (sidak) ke Padang Jati dalam waktu dekat.
“Kami akan turun langsung melihat situasi di lapangan, terutama dugaan limbah dari Hotel Mercure yang berdampak pada warga,” ujar Sudisman.
Selain masalah drainase, persoalan lampu jalan yang masih minim juga menjadi aduan warga dalam kegiatan reses tersebut. Reses menjadi momentum bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan dan harapan mereka terhadap peningkatan pelayanan publik.
Editor : Hasan.













