BENGKULU– Momentum libur Lebaran mendongkrak kunjungan di pusat perbelanjaan. Trafik pengunjung di Bencoolen Mall melonjak signifikan, mendorong perputaran transaksi tenant meski nilai belanja per orang masih tergolong moderat.
Center Manager Bencoolen Mall, Ekawati Sinaga, pada Rabu (25/3/2026) mengungkapkan rata-rata pengunjung berada di kisaran 130 ribu orang per hari. Lonjakan kunjungan bahkan sudah terlihat sejak pagi, dengan antrean pengunjung memadati lobi sebelum operasional dimulai.
“Pengunjung sudah ramai sebelum buka, tetapi operasional tetap mengikuti standar pukul 10.00 hingga 22.00 WIB,” tegasnya.
Puncak kepadatan terjadi pada hari ketiga Lebaran. Tren ini diperkirakan berlanjut hingga akhir pekan, seiring panjangnya masa libur dan dominasi kunjungan keluarga.
Secara tahunan, trafik pengunjung mengalami kenaikan sekitar 16–20 persen dibandingkan periode Lebaran 2025. Lonjakan ini mempertegas posisi mal sebagai destinasi utama masyarakat, tidak hanya untuk berbelanja, tetapi juga rekreasi keluarga.
Namun, membludaknya pengunjung menjadi tantangan tersendiri. Kepadatan berlebih dinilai berpotensi menekan kualitas layanan tenant. Manajemen pun memilih menjaga keseimbangan antara jumlah pengunjung dan kenyamanan.
“Kami berharap kunjungan tetap tinggi, tetapi tidak berlebihan agar pelayanan tetap optimal,” ujar Ekawati.
Strategi promosi dan diskon agresif dari tenant terbukti menjadi pendorong utama peningkatan transaksi. Sejumlah wahana permainan anak seperti Timezone, Fun City, Fun World, Happy Kiddy, dan Funifun juga menjadi magnet kunjungan selama libur Lebaran.
Manajemen mal mengantisipasi lonjakan ini dengan pengaturan parkir, penambahan personel keamanan, serta peningkatan kebersihan dan kesiapan fasilitas, mulai dari eskalator hingga pendingin ruangan.
Di sisi lain, tren positif ini memperkuat daya tarik Bengkulu sebagai pasar yang terus tumbuh. Sejumlah investor, termasuk jaringan restoran besar, mulai melirik peluang ekspansi, yang berpotensi memperketat persaingan bisnis ke depan.
Momentum Lebaran pun diharapkan tidak hanya menjadi lonjakan musiman, tetapi mampu memberi efek berkelanjutan bagi perekonomian daerah dan pelaku usaha lokal.













