BENGKULU- Kunjungan dua pejabat kabinet, yakni Rachmat Pambudy dan Nasaruddin Umar, ke Provinsi Bengkulu pada 23–24 April 2026 dipastikan sarat agenda strategis: penguatan nilai tambah kopi hingga kegiatan keagamaan berskala besar.
Kedatangan Menteri PPN/Kepala Bappenas akan difokuskan pada pengembangan sektor unggulan daerah, khususnya komoditas kopi robusta. Selain bertemu petani dan pelaku UMKM, Rachmat juga dijadwalkan berdialog dengan pemerintah daerah guna mendorong hilirisasi dan peningkatan daya saing kopi Bengkulu di pasar nasional maupun global.
Rangkaian agenda mencakup kunjungan ke sejumlah situs bersejarah seperti Rumah Pengasingan Bung Karno, Rumah Fatmawati, serta Makam Sentot Alibasyah. Malam harinya, Menteri akan berdiskusi langsung dengan pelaku usaha kopi untuk memetakan peluang peningkatan nilai tambah komoditas lokal.
Data pemerintah menunjukkan Bengkulu merupakan salah satu sentra kopi robusta terbesar di Sumatra, dengan luas lahan lebih dari 85 ribu hektare yang tersebar di wilayah Kabupaten Kepahiang dan Kabupaten Lebong.
Pada hari kedua, Rachmat Pambudy dijadwalkan menyampaikan orasi ilmiah di Universitas Bengkulu sebagai bagian dari penguatan sinergi antara pemerintah dan akademisi.
Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar akan menjalankan agenda sosial-keagamaan dan pembinaan umat. Kegiatan diawali dengan penebaran benih ikan dan pelepasan burung di Danau Dendam Tak Sudah, lalu dilanjutkan dengan tabligh akbar di Masjid Raya Baitul Izzah.
Pada Jumat (24/4/2026), Menag akan menghadiri Rapat Kerja Wilayah Kementerian Agama 2026, memberikan pembinaan di UIN Fatmawati Soekarno Bengkulu, serta menunaikan salat Jumat di Masjid At-Taqwa Bengkulu.
Kunjungan dua menteri ini dinilai menjadi momentum penting bagi Bengkulu, tidak hanya dalam penguatan ekonomi berbasis komoditas unggulan, tetapi juga dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.













