Alaku
Alaku

Kades Sumber Urip Dinilai Arogan, Jawaban Kasar kepada Wartawan Picu Sorotan Publik

REJANG LEBONG– Kepala Desa Sumber Urip, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, Sri Wahyudi, menuai sorotan usai dinilai bersikap arogan terhadap wartawan. Insiden bermula saat seorang jurnalis mengonfirmasi kegiatan tahunan desa bertajuk Kaba Fest dan Sedekah Bumi yang berlangsung pada 5–8 Mei 2025 melalui pesan WhatsApp. Namun, Sri Wahyudi justru membalas dengan pernyataan yang dianggap tidak pantas.

“Bosan jugo ngurus negara bae. Stres kak, masih banyak PR di desa ini. Mano capek abis ikut jalan arak-arakan kemaren,” tulis Sri Wahyudi, Minggu (10/5/2025).

Tanggapan tersebut memicu reaksi dari masyarakat. Seorang warga yang enggan disebutkan namanya menyayangkan sikap kades tersebut. “Kalau memang Sri Wahyudi berkata seperti itu, sangat disayangkan. Seharusnya ia berterima kasih karena wartawan ingin mengekspos kegiatan positif desa,” ujarnya. Ia juga menilai bahwa jika kepala desa merasa bosan, sebaiknya mengundurkan diri.

Sementara itu, Camat Selupu Rejang, Meilinda, belum dapat memberikan komentar saat dihubungi. “Maaf, saya belum bisa komentar karena sedang di perjalanan,” ucapnya singkat.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Rejang Lebong, Suradi, menanggapi serius pernyataan tersebut. Menurutnya, tugas kepala desa diatur dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 yang merupakan perubahan dari UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

“Kalau ada kades yang tidak bisa melaksanakan tugas sesuai tupoksi, tentu akan menghambat pembangunan desa. Kades memang tidak mengurus negara, tapi jika bicara dalam lingkup desa pun tidak boleh sembarangan. Coba dikonfirmasi ulang, masa kepala desa bisa berkata seperti itu,” tegas Suradi.

Insiden ini menjadi perhatian, terutama karena menyangkut etika komunikasi pejabat publik terhadap insan pers dan masyarakat.

Pewarta: Ismail

Editor: Hasan