REJANG LEBONG– Meski baru seumur jagung, Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMP IT) Juara mulai menunjukkan kualitas pendidikan yang menjanjikan. Sekolah ini telah menjadi pilihan banyak orang tua yang ingin memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak mereka dengan pendekatan Islami dan kurikulum terpadu.
Dipimpin oleh Ustaz Dedy Firmansya, S.Pd.I., sekolah ini saat ini hanya memiliki sembilan tenaga pengajar ditambah kepala sekolah. Namun demikian, proses pembelajaran tetap berjalan optimal meski masih dibayang-bayangi sejumlah keterbatasan.
“Kami masih memiliki banyak kekurangan, terutama ruang kantor dan ruang kelas,” ujar Ustaz Dedy saat ditemui di ruang kerjanya. “Namun insyaallah, dengan bertambahnya jumlah siswa, sekolah ini akan terus berkembang dan siap bersaing dengan sekolah-sekolah lainnya.”
Saat ini, SMP IT Juara memiliki dua ruang kelas aktif, yaitu kelas VIII dengan 26 siswa dan kelas VII dengan 21 siswa. Dedy mengakui bahwa pihak sekolah masih memungut biaya dari wali murid karena belum mendapatkan dukungan dana dari pemerintah, baik berupa Bantuan Operasional Sekolah (BOS) maupun Program Indonesia Pintar (PIP).
“Untuk sementara, dana operasional sekolah masih bersumber dari yayasan dan iuran wali murid. Biaya SPP sebesar Rp350 ribu per bulan dan uang pendaftaran untuk siswa baru sebesar Rp200 ribu. Di luar itu, tidak ada pungutan lain, semua disepakati bersama,” jelasnya.
Ustaz Dedy berharap ke depan pemerintah daerah dapat memberikan dukungan, terutama dalam bentuk bantuan sarana dan prasarana serta kebutuhan pembelajaran bagi peserta didik. “Insyaallah dalam waktu dekat, kami akan mengajukan permohonan untuk dana BOS atau PIP demi keberlangsungan pendidikan di SMP IT Juara,” tutupnya.
Reporter: Ismail. Editor: Hasan.













