Alaku
Alaku

David Rosehan Resmi Jabat Kalapas Bengkulu, Komitmen Lanjutkan Pembinaan Spiritual dan Keterampilan Warga Binaan

REJANG LEBONG– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIA Curup resmi dipimpin Kalapas yang baru, David Rosehan. Dalam pernyataan perdananya, David menyampaikan rasa kedekatannya dengan daerah ini. “Saya pulang kampung kalau ke sini, karena ibu saya asli Bengkulu Selatan dan ayah saya dari Pagar Alam, tepatnya Dusun Rambai Kaceh,” ujarnya, Kamis (22/5/2025).

Sebelum dipercaya memimpin Lapas Curup, David menjabat sebagai Kalapas Palembang Pakjo. Ia mengaku masih dalam tahap awal menjabat dan tengah mempelajari lingkungan lapas. Namun ia menekankan pentingnya meneruskan serta mengembangkan program pembinaan yang sudah berjalan baik.

“Di sini sudah ada pesantren lapas. Setiap hari warga binaan diajarkan mengaji dan shalat secara bergiliran per blok. Ini sangat bagus sebagai bekal spiritual mereka saat kembali ke masyarakat,” jelas David.

Selain pembinaan keagamaan, warga binaan juga dibina dalam bidang keterampilan. Beberapa tahanan pendamping (tamping) sudah terlibat dalam pembuatan kompor oli, pertanian pepaya, dan budidaya ikan lele. “Kegiatan ini kita lakukan di dalam kawasan lapas, termasuk kolam ikan yang berada di antara blok hunian,” tambahnya.

David juga menekankan pentingnya kesehatan fisik warga binaan. “Senam pagi diwajibkan secara bergiliran per blok untuk menjaga kebugaran. Jika ada yang sakit, kami rawat di klinik, dan bila parah akan dirujuk ke RSUD,” jelasnya.

Lapas Curup juga membuka akses video call (VC) bagi seluruh warga binaan, baik tahanan maupun narapidana, sebagai sarana untuk tetap terhubung dengan keluarga.

Salah satu orang tua dari warga binaan yang menghuni blok pesantren mengungkapkan rasa haru dan syukurnya. “Awalnya saya takut anak saya masuk penjara. Saya bayangkan penjara itu menakutkan. Tapi setelah melihat sendiri, ternyata di sini anak saya belajar mengaji dan shalat. Saya sangat bersyukur, semoga setelah bebas, anak saya bisa berubah jadi lebih baik,” ungkapnya sambil menahan haru.

Pewarta: Ismail & Editor: Hasan