CURUP UTARA– Hingga pertengahan Mei 2025, dua dari total 12 desa di Kecamatan Curup Utara masih belum mencairkan Dana Desa tahap pertama. Hal ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas Camat Curup Utara, Popo Hartopo, yang meminta desa-desa terkait segera menyelesaikan proses administrasi.
Menurut Popo, kendala pencairan kemungkinan besar disebabkan oleh dokumen persyaratan yang belum lengkap di dinas teknis. Ia optimistis proses pencairan akan segera rampung dalam waktu dekat.
“Tinggal dua desa lagi yang belum mencairkan. Kemungkinan masih ada kelengkapan administrasi yang perlu disempurnakan. Kami harap dalam satu atau dua hari ke depan sudah selesai dan dananya bisa segera digunakan untuk pembangunan,” ujar Popo, Rabu (21/5/2025).
Popo juga menegaskan bahwa pemerintah kecamatan terus melakukan pendampingan kepada pemerintah desa agar proses pencairan Dana Desa berjalan sesuai prosedur dan tepat waktu.
“Kami komit untuk memastikan desa-desa di Curup Utara dapat memanfaatkan Dana Desa dengan baik, sesuai prioritas dan arahan pemerintah pusat,” tambahnya.
Lebih lanjut, Popo juga menegaskan pentingnya pembentukan Koperasi Merah Putih sebagai bagian dari program prioritas nasional yang dicanangkan langsung oleh Presiden Prabowo. Ia mengajak seluruh desa yang belum membentuk koperasi tersebut untuk segera menindaklanjutinya.
“Pembentukan Koperasi Merah Putih adalah arahan Presiden Prabowo. Kami berharap desa-desa segera menindaklanjuti hal ini untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Desa Batu Dewa, Putra Jaya, menyampaikan bahwa desanya telah melaksanakan rapat pembentukan Koperasi Merah Putih yang kini memiliki 60 anggota. Ia menambahkan, dalam beberapa hari ke depan, pihaknya akan segera mengurus akta pendirian koperasi dengan biaya sekitar Rp3 juta yang diambil dari Dana Desa, di antaranya Rp2,5 juta untuk pengurusan izin dan Rp500 ribu untuk konsumsi serta kebutuhan rapat lainnya.
Ketua BPD Desa Batu Dewa, Afriadi, juga memberikan imbauan kepada media agar dapat bekerja sama secara baik dengan pihak desa. Ia berharap apabila terdapat pemberitaan yang dianggap kurang tepat, agar dapat dikonfirmasi terlebih dahulu sebelum dipublikasikan.
“Kami manusia tak luput dari kesalahan. Jika ada kekeliruan dalam kinerja kami, mohon dikonfirmasi. Jika tidak, dan ternyata berita tersebut tidak benar, kami akan menuntut karena hal itu termasuk penyebaran hoaks,” tegas Afriadi.
Pewarta: Ismail. Editor: Hasan













