REJANG LEBONG– Jalan lintas provinsi yang melintasi Desa Air Meles Atas, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, kembali mengalami kerusakan parah meski baru beberapa bulan selesai direhabilitasi. Warga menduga kuat kerusakan tersebut disebabkan oleh pekerjaan yang tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) maupun ketentuan teknis yang berlaku.
Salah seorang warga, Sri, mengaku pernah menjadi korban kecelakaan di jalan tersebut. “Saya pernah jatuh saat melintasi jalan itu. Kebetulan hari hujan, lubang di jalan penuh air,” ungkapnya saat ditemui di rumahnya, Sabtu (31/5/2025).

Kepala Desa Air Meles, Bahrun, yang wilayahnya terdampak langsung oleh kerusakan jalan, menyatakan bahwa perbaikan dilakukan belum lama ini. “Sebenarnya jalan ini belum lama diperbaiki oleh pemerintah. Tapi saya tidak mengetahui secara pasti apakah itu dari Dinas Pekerjaan Umum Provinsi atau dari pekerjaan Balai Palaksana Jalan Nasional (BPJS) Bengkulu. Setahu saya, diperbaiki menjelang Hari Raya Idul Fitri lalu,” jelas Bahrun.
Namun, menurut Bahrun, pekerjaan tidak dilakukan secara menyeluruh. “Tidak semua ruas jalan yang rusak diperbaiki, hanya di beberapa titik saja. Kami berharap perbaikan dilakukan secara total agar tidak ada korban lagi. Jangan tambal sulam, belum setahun jalannya sudah rusak lagi,” imbuhnya.
Kekhawatiran juga datang dari masyarakat lain, Jhon, yang mengungkapkan potensi bahaya bagi kendaraan besar. “Kami pernah menyaksikan truk yang mesinnya mendadak mati karena kondisi jalan yang rusak di tikungan dan tebing. Ini sangat membahayakan,” kata Jhon.
Warga mendesak pemerintah terkait untuk segera melakukan evaluasi terhadap proyek perbaikan jalan tersebut dan memastikan pekerjaan dilakukan sesuai standar teknis dan transparansi anggaran, demi keselamatan pengguna jalan.
Pewarta: Ismail. Editor: Hasan













