Alaku
Alaku

Peningkatan Jalan di Rejang Lebong Terancam Tidak Bertahan Lama, Pekerjaan Kurang Terawat

Rejang Lebong- Proyek peningkatan jalan yang menghubungkan Desa Lubuk Kembang, Kecamatan Curup Utara, hingga Pinggir Kuning, Talang Gambir, dan Pagar Gunung di Kecamatan Bermani Ulu, Kabupaten Rejang Lebong, dilaksanakan oleh Satuan Kerja Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Kawasan Pemukiman (PUPR) Kabupaten Rejang Lebong, menghadapi masalah serius pasca pengerjaannya.

Proyek yang dikerjakan dengan anggaran Rp 11 milyar ini berlangsung pada tahun anggaran 2024 dan dipercayakan kepada PT. Teknik Kualivia Engineering dari Padang, Sumatera Barat. Namun, proyek yang baru selesai tiga bulan lalu ini sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan yang signifikan, mengundang kekecewaan dari masyarakat setempat.

Baru saja di hotmix sudah ditumbuhi rumput (foto: dok, is)

Beberapa pekerjaan yang seharusnya masuk dalam tahap pemeliharaan pasca pembangunan justru tidak terlaksana dengan baik. Pasangan siring yang seharusnya kuat sudah retak dan bahkan hancur. Tidak hanya itu, sejumlah tiang pengaman di pinggir jalan juga roboh, yang diduga disebabkan oleh pemasangan tidak sesuai standar, yakni tidak menggunakan cor, hanya ditanam sedalam sekitar 10 centimeter. Selain itu, lapisan aspal hotmix yang digunakan juga diduga tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan, karena sudah mulai rusak dan ditumbuhi rumput dalam waktu yang relatif singkat.

Hermanto, seorang warga yang tinggal di kawasan tersebut, menyayangkan kondisi jalan yang baru saja selesai dikerjakan tersebut. “Baru selesai sekitar tiga bulan, tapi ketahanannya dipertanyakan. Masa tiang pengaman jalan tidak di-cor, mana kuat lah. Didorong pakai tangan saja mungkin sudah roboh, apalagi kalau dilewati mobil,” ungkapnya.

Kantor PT. Teknik Kualivia Engineering terpantau tidak ada aktivitas. Selalu tertutup.(Foto: dok, Is)

Hal ini menunjukkan bahwa kualitas pekerjaan yang dilakukan tidak sesuai dengan harapan masyarakat, dan menjadi perhatian utama bagi pihak berwenang.

Pihak kontraktor, PT. Teknik Kualivia Engineering, hingga saat ini belum dapat memberikan klarifikasi terkait masalah tersebut, karena kantor mereka selalu tertutup dan terkunci. Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Rejang Lebong, Roni, juga tidak dapat dihubungi untuk memberikan penjelasan lebih lanjut. Menurut keterangan stafnya, Roni sedang melakukan dinas luar (DL).

Masalah ini tentunya memunculkan kekhawatiran mengenai pengawasan dan kualitas pekerjaan yang seharusnya dilakukan dengan lebih cermat, mengingat dana yang cukup besar telah dialokasikan untuk proyek ini. Masyarakat berharap agar pihak terkait segera melakukan evaluasi dan tindakan pemeliharaan yang diperlukan, agar jalan yang baru dibangun dapat bertahan lama dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.(007)