“Ketika posisi korban masih berada puluhan mil laut dari daratan, dukungan udara menjadi sangat penting untuk mempercepat proses evakuasi. Polri mengerahkan helikopter untuk menjangkau lokasi dan membawa korban menuju daratan agar dapat segera mendapatkan penanganan serta proses identifikasi. Bersama seluruh unsur SAR, Polri akan terus mengoptimalkan setiap sumber daya yang dimiliki untuk kemanusiaan,” ujar Johnny.
Sejak Minggu (13/9/2026), Polri telah mengerahkan berbagai kekuatan untuk mendukung operasi SAR, termasuk 3 Kapal Polisi, yaitu KP Laksmana-7012, KP Ibis-6001, dan KP Manyar-5003.
Dukungan personel dari unsur Polri antara lain 9 personel Ditpolairud Polda Jatim serta 18 personel yang terdiri dari Polres Pelabuhan Tanjung Perak, tim kesehatan, dan Biddokkes/DVI Polda Jatim.
Operasi gabungan juga diperkuat 20 personel Basarnas dan 10 personel KSOP, serta unsur TNI AL, Polairud Polda Kalsel, Pelindo, SROP Navigasi, Kesehatan Pelabuhan, agen kapal, dan unsur terkait lainnya.
Sarana laut yang dikerahkan meliputi KN Laksamana, KNP 382, KM Hai Da, KM Niki Mila Utama, TB TCP, TB Mauha IX, dan KM Cahaya Bahati Jaya. Dukungan udara turut diperkuat 1 helikopter Polri dan 1 helikopter Basarnas Surabaya.
Untuk memastikan proses identifikasi korban berjalan profesional dan akurat, Polri juga menyiapkan 3 Posko DVI di Kalimantan Selatan, yakni di RS Bhayangkara Banjarmasin, RSUD Ulin Banjarmasin, dan Pelabuhan Trisakti.
“Operasi SAR ini merupakan kerja bersama. Polri terus memberikan dukungan melalui kapal, helikopter, personel, kesehatan, dan DVI. Setiap korban yang ditemukan akan mendapatkan penanganan secara profesional dan manusiawi, sementara pencarian terhadap korban lainnya terus dilakukan bersama seluruh unsur SAR,” pungkas Johnny.













