BENGKULU—Puluhan Aliansi Pemuda Indonesia (API) Bengkulu menggebrak ruang publik dengan pernyataan sikap yang menuntut Kejaksaan Tinggi Bengkulu segera mengakhiri stagnasi penanganan dugaan korupsi di Bengkulu, terutama di Bengkulu Tengah. Dalam seruan orasinya, API menilai banyak perkara berjalan lambat, tidak transparan, dan memunculkan dugaan tebang pilih sebuah kondisi yang dinilai menggerogoti kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penegak hukum.
API menegaskan korupsi telah mencuri masa depan Bengkulu. Dana publik yang seharusnya mendorong pembangunan justru hilang di tengah praktik penyimpangan. Mereka menyebut situasi ini bukan sekadar mal administrasi, tetapi ancaman nyata terhadap pemerintahan bersih dan iklim investasi daerah.
Dalam tuntutannya, Koordinator Aksi I Rhizky Pratama Hardiansyah, langsungnya diterima, David Palapa Duarsa Asintel Bidang Intelijen Kajati Bengkulu, didampingi PLT Kasi Penkum Denny. Mereka meminta Kejaksaan Tinggi Bengkulu memerintahkan Kejaksaan Negeri Bengkulu Tengah bergerak cepat, tegas, dan profesional tanpa intervensi siapa pun.
API menyampaikan daftar kasus yang dinilai mandek, mulai dari dugaan korupsi di Sekretariat DPRD Bengkulu Tengah terkait perjalanan dinas, belanja alat kantor, hingga kegiatan kedewanan hingga dugaan penyimpangan proyek Dinas PUPR Bengkulu Tengah tahun 2024, seperti pembangunan jalan, irigasi, dan pengadaan teknis yang diduga sarat mark up. Serangkaian laporan masyarakat terhadap Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan OPD lain pun dinilai menguap tanpa kejelasan.
API menuntut kejaksaan membuka status perkara secara berkala: tahap penyelidikan atau penyidikan, siapa yang diperiksa, serta dokumen yang disita. Mereka menekankan bahwa semua pihak yang terindikasi terlibat harus dipanggil tanpa pengecualian pejabat aktif, mantan pejabat, anggota legislatif, kontraktor, maupun bendahara. “Hukum tidak boleh tunduk pada kekuasaan,” tegasnya.
Selain itu, API meminta pengusutan dana di KPU Provinsi Bengkulu, khususnya terkait pengadaan alat peraga kampanye Pilgub Bengkulu, yang mereka nilai rawan penyimpangan.
Dalam seruan akhirnya, API menegaskan bahwa aksi mereka bukan agenda politik, tetapi panggilan moral generasi muda untuk menjaga masa depan daerah.
“Korupsi adalah musuh rakyat. Dan musuh harus diperangi, bukan dinego. Hidup Pemuda! Hidup Rakyat! Berantas Korupsi Sampai Tuntas!”
Editor: Hasan













