BENGKULU- Kondisi Pasar Baru Koto, Kota Bengkulu, pasca revitalisasi menjadi sorotan. Di lapangan, pasar tersebut masih terlihat kumuh, becek, dan menimbulkan bau tidak sedap.
Berdasarkan pantauan, akses menuju lapak pedagang dipenuhi genangan air yang bercampur sampah dan limbah. Sistem drainase dinilai belum berfungsi optimal sehingga air mengendap di permukaan jalan yang tidak rata.
Selain mengganggu kenyamanan, kondisi tersebut juga berdampak pada aktivitas jual beli. Bau tidak sedap tercium di sejumlah titik pasar.
Masalah juga ditemukan di area tangga menuju pusat kuliner. Air mengalir dari bagian atas bangunan ke anak tangga, menyebabkan permukaan menjadi licin dan berpotensi membahayakan pengunjung.
Dari sisi fisik bangunan, sejumlah bagian masih menggunakan atap seng dan terpal. Area di bawahnya terlihat lembap dan belum tertata dengan baik.
Sejumlah pengunjung dan pedagang mengeluhkan kondisi tersebut. Mereka menilai situasi pasar belum mencerminkan fasilitas yang telah direvitalisasi.
“Seharusnya lebih nyaman, tapi masih becek dan bau,” ujar seorang pengunjung.
Pedagang juga mengaku terdampak, terutama akibat aroma tidak sedap yang diduga berasal dari saluran pembuangan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait, termasuk Dinas Pekerjaan Umum dan pemerintah daerah, belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi tersebut.













