BENGKULU- Dugaan Pertalite bermasalah di SPBU Kebun Tebeng, Kota Bengkulu, memicu keluhan konsumen. Dua pemilik mobil mengaku menemukan endapan menyerupai serbuk di dalam tangki setelah mengisi BBM di SPBU tersebut. Kendaraan mereka mengalami gangguan mesin, dengan biaya perbaikan mencapai Rp800 ribu dan Rp420 ribu.
Jaliludin, warga Jalan Merapi 15, Kelurahan Kebun Tebeng, Kecamatan Ratu Agung, resmi melaporkan kejadian itu ke Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia (LPK-RI) DPD Bengkulu pada Selasa (13/10/2026).
Jaliludin mengaku mengisi 11 liter Pertalite senilai Rp110 ribu di SPBU Kebun Tebeng, nomor 24.382.05, pada Jumat (9/10) sekitar pukul 17.00 WIB. Keesokan paginya, mobil yang dibawanya menuju Talo, Kabupaten Seluma, mendadak tersendat saat melintas di Desa Talang Sali.
Mobil kemudian dibawa ke Bengkel Rahiwan di Desa Masmambang. Setelah tangki dibongkar, ditemukan endapan menyerupai bubuk semen pada saringan bahan bakar. Jaliludin menyebut sekitar 27 liter cairan dikeluarkan dari tangki. Setelah didiamkan sekitar 30 menit, sekitar 15 liter bagian yang dinilai lebih bersih dimasukkan kembali, sedangkan sisanya ditinggalkan di bengkel.
“Saya terpaksa membawa mobil ke bengkel karena mesin mendadak tersendat di perjalanan. Setelah tangki dibongkar, ditemukan endapan menyerupai bubuk semen pada saringan bahan bakar. Biaya perbaikannya mencapai Rp800 ribu,” ujar Jaliludin.
Keluhan serupa dialami Riswandi, warga Jalan Merapi Ujung, Kelurahan Panorama, Kota Bengkulu. Ia mengaku mengisi 15 liter Pertalite di SPBU yang sama pada Sabtu (10/10) sekitar pukul 15.00 WIB.













