BENGKULU- Bank Pembangunan Daerah (BPD) didorong memperkuat likuiditas dan kapasitas pembiayaan untuk menopang pertumbuhan ekonomi daerah. Dorongan itu mengemuka dalam Seminar Nasional ASBANDA di Hotel Mercure Bengkulu, Jumat (21/8/2026).
Ketua Umum ASBANDA Agus H. Widodo menegaskan, likuiditas BPD tidak sekadar persoalan perbankan, tetapi berkaitan langsung dengan kemampuan daerah membiayai pembangunan.
Hingga Juni 2026, aset 27 BPD mencapai sekitar Rp1.043 triliun, kredit Rp673 triliun, dan dana pihak ketiga Rp770 triliun. Menurut Agus, pertumbuhan kredit harus diimbangi sumber pendanaan yang kuat agar biaya dana tetap terkendali.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Bengkulu Iswahyudi berharap seminar dan Undian Nasional Tabungan Simpeda XXXVII-2026 menghasilkan rekomendasi strategis untuk memperkuat peran BPD sekaligus mendorong budaya menabung masyarakat.
Kegiatan nasional tersebut juga menjadi momentum Bank Bengkulu memperkenalkan potensi Bengkulu kepada peserta dari berbagai daerah di Indonesia.













