BENGKULU – Reses Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Dwi Ratnawati, di Kecamatan Ratu Samban Kota Bengkulu, Kamis (4/12/2025), menjadi ajang warga menyuarakan masalah bantuan sosial yang dinilai belum merata. Banyak warga mengeluhkan bahwa keluarga yang hidup di bawah garis kemiskinan justru tidak menerima bantuan pemerintah, baik dari program pusat maupun daerah, seperti PKH, bantuan lansia, dan bantuan sosial lainnya.
Dwi Ratnawati menegaskan, aspirasi yang terkumpul akan segera dibawa dalam pembahasan di DPRD bersama pemerintah provinsi dan instansi terkait. “Semua yang disampaikan masyarakat akan kami perjuangkan agar warga yang benar-benar berhak bisa memperoleh bantuan secara tepat,” ujarnya.
Selain bansos, warga juga menyoroti rumitnya akses layanan BPJS. Keluhan yang paling sering muncul adalah kartu BPJS yang tidak aktif karena tunggakan dan adanya warga yang belum memiliki BPJS sehingga kesulitan berobat. Ada pula peserta BPJS gratis yang mendapati kepesertaannya tiba-tiba tidak bisa digunakan.
Dwi mengungkapkan bahwa persoalan ini telah sering ia tangani, dan koordinasi dengan pihak BPJS sejauh ini berjalan baik. “Banyak warga dari berbagai wilayah datang meminta bantuan mengaktifkan kembali BPJS mereka. Alhamdulillah, setiap saya sampaikan ke pihak BPJS, responsnya selama ini cukup cepat,” jelasnya.
Melalui kegiatan reses ini, Dwi berharap pemerintah dapat memperbaiki pendataan bantuan sosial dan memperluas cakupan layanan kesehatan, agar masyarakat tidak lagi terhambat dalam memperoleh hak dasar mereka.
Editor: Hasan.













