Alaku
Alaku

Akselerasi Data Perdagangan BEI Dorong Lonjakan Transaksi Harian 73 Persen

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) terus memperkuat infrastruktur informasi pasar modal seiring meningkatnya partisipasi investor ritel dan tingginya aktivitas perdagangan. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah penyempurnaan format distribusi data perdagangan dengan menghadirkan laporan transaksi tidak hanya pada akhir hari, tetapi juga pada akhir Sesi I perdagangan.

Kebijakan tersebut menjadi tonggak penting dalam penguatan integritas pasar sekaligus peningkatan efisiensi transaksi. Penyempurnaan ini dilatarbelakangi hasil survei pelaku pasar serta evaluasi pascaimplementasi penutupan kode broker dan kode domisili pada 2022, yang menunjukkan kebutuhan akan akses data yang lebih cepat dan relevan.

Melalui kebijakan ini, laporan perdagangan kini didistribusikan kepada Anggota Bursa pada akhir Sesi I selain laporan akhir hari (end of day/EOD). Implementasi sistem tersebut mulai dinyatakan live pada 23 Agustus 2025 dan efektif berlaku sejak 25 Agustus 2025.

Percepatan distribusi data ini terbukti memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas pasar. Investor memperoleh ringkasan transaksi lebih awal sehingga mampu membaca kecenderungan pasar sejak paruh hari pertama dan menyusun strategi yang lebih terukur untuk sesi perdagangan berikutnya. Distribusi data tetap dilakukan melalui Daftar Transaksi Bursa (DTB) Anggota Bursa, dengan nilai tambah berupa kecepatan akses informasi.

Berdasarkan data Januari hingga November 2025, rata-rata nilai transaksi harian di pasar reguler sebelum kebijakan ini diterapkan berada di kisaran Rp11,8 triliun. Setelah distribusi data akhir Sesi I berjalan, angka tersebut melonjak menjadi rata-rata Rp20,6 triliun per hari atau meningkat 73,83 persen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *