Alaku
Alaku

Dua Kebakaran Beruntun di Kepahiang, Kerugian Mencapai Ratusan Juta Rupiah

Kepahiang – Dua peristiwa kebakaran beruntun melanda Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang, dalam dua hari terakhir. Kebakaran pertama terjadi pada Senin pagi, 13 Januari 2025, di Terminal Pasar Kepahiang, menghanguskan lima warung milik warga. Kebakaran kedua terjadi Selasa siang, 14 Januari 2025, sekitar pukul 13.30 WIB, di Pasar Pagi, Kelurahan Pasar Kepahiang, yang menghanguskan rumah milik Yulianti (49).

Kebakaran Rumah di Pasar Pagi

Rumah permanen milik, Yulianti ludes dilalap api meski hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Kabid Damkar Satpol PP PBK Kepahiang, Paimin, menjelaskan, api yang cepat membesar membuat rumah tersebut tak terselamatkan. Proses pemadaman sempat terkendala karena akses gang yang sempit menuju lokasi. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, tetapi kerugian ditaksir mencapai Rp 350 juta. “Api berhasil dijinakkan dengan bantuan warga, mobil pemadam kebakaran serta terbantu oleh hujan deras yang mengguyur saat kejadian,” ujar Paimin. Namun, Penyebab kebakaran masih belum diketahui dan dalam penyelidikan.

Lima Warung Terbakar di Terminal Pasar

Sehari sebelumnya, Senin pagi, kebakaran juga terjadi di Terminal Pasar Kepahiang sekitar pukul 09.30 WIB. Lima warung milik warga hangus dilalap api, diduga akibat korsleting listrik. Kerugian materil dari kejadian ini ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Pasca Kebakaran lima warung di terminal Kepahiang.(foto: Dok,15/1/2025)

Plt. Kasatpol PP Kepahiang, Devison, menyebutkan bahwa bangunan semi permanen yang terbakar termasuk warung milik Robiansyah (2 unit, kerugian Rp 30-50 juta), Oki (1 unit, kerugian Rp 30 juta), Dian Sundari (1 unit, kerugian Rp 50 juta), dan Elva Puspita (1 unit, kerugian Rp 40 juta). Sebuah warung milik koperasi juga turut terbakar.

“Kami masih mendalami penyebab pasti kebakaran, tetapi dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik,” ungkap Devison.

Kedua peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran, khususnya di kawasan padat penduduk.(Uj)