REJANG LEBONG– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Curup terus menguatkan komitmennya dalam memberikan pendampingan rehabilitatif bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui pelaksanaan Family Support Group (FSG) bagi peserta rehabilitasi sosial kategori 90 hari. Program yang digelar di ruang rehabilitasi tersebut melibatkan fasilitator dari Yayasan Karunia Insani sebagai mitra pendamping.
FSG menjadi ruang penguatan yang menekankan pentingnya peran keluarga dalam proses pemulihan WBP. Melalui rangkaian sesi diskusi, edukasi, dan konseling, peserta diberikan bekal untuk memahami dinamika hubungan keluarga, menjaga kestabilan emosional, serta membangun motivasi agar mampu menjalani proses rehabilitasi secara optimal. Dukungan keluarga dipandang sebagai faktor kunci dalam mencegah kekambuhan dan mendorong perubahan perilaku yang lebih positif.
Kalapas Kelas IIA Curup, David Rosehan, menyampaikan apresiasinya terhadap sinergi yang terbangun antara Lapas Curup dan Yayasan Karunia Insani. Ia menegaskan bahwa penguatan dukungan keluarga merupakan bagian dari pendekatan pembinaan berkelanjutan bagi warga binaan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan warga binaan tidak hanya menjalani rehabilitasi secara internal, tetapi juga mendapatkan dukungan emosional dari pihak keluarga. Kehadiran keluarga berperan besar dalam membantu mereka kembali ke masyarakat dengan kesiapan mental yang lebih baik,” ujar Kalapas.
Dengan terselenggaranya kegiatan FSG ini, Lapas Kelas IIA Curup berharap peserta rehabilitasi mampu menata kembali kehidupan, meningkatkan kualitas diri, serta membuka jalan menuju reintegrasi sosial yang lebih sehat dan produktif.













