Alaku
Alaku

Greenpreneur 2025 Diluncurkan di Bengkulu, Dorong Inkubasi Wirausaha Hijau Inklusif Anak Muda

Greenpreneur 2025 dirancang untuk mendorong kemandirian ekonomi anak muda sekaligus menanamkan kesadaran ekologis dalam pengembangan usaha.(Foto:Dok 28/12/2025)

BENGKULU — Onschool Indonesia Grup berkolaborasi dengan Green Democracy Institute meluncurkan program Greenpreneur 2025 sebagai model baru inkubasi wirausaha hijau yang menekankan inklusivitas sosial dan keberlanjutan lingkungan. Program ini menyasar generasi muda dari kelompok rentan dan kurang mampu guna memperluas akses kewirausahaan yang adil dan berkelanjutan.

Greenpreneur 2025 dirancang untuk mendorong kemandirian ekonomi anak muda sekaligus menanamkan kesadaran ekologis dalam pengembangan usaha. Melalui kerja sama dengan Green Democracy Institute, program ini mengusung nilai green democracy, yakni demokrasi yang berpihak pada keadilan ekologis, sebagai landasan utama pelaksanaan kegiatan.

Ketua DPD RI asal Provinsi Bengkulu, Sultan Baktiar Najamudin, menyampaikan apresiasi dan dukungannya kepada para peserta terpilih. Ia berharap program ini mampu melahirkan model bisnis yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan dan mitigasi krisis iklim. Menurutnya, peran generasi muda dengan kesadaran ekologis menjadi kunci masa depan pembangunan Indonesia.

Dalam program ini, Onschool Indonesia Grup tercatat sebagai salah satu dari lima awardee nasional Youth Accelerator Fund yang didukung Plan Indonesia. Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas konsistensi Onschool dalam membangun ekosistem kewirausahaan inklusif berbasis anak muda.

Founder Onschool Indonesia, Dani Fazli, menjelaskan bahwa komitmen terhadap kewirausahaan inklusif telah dijalankan sejak 2021 melalui berbagai program pelatihan dan pendampingan, termasuk Gerak UMKM Provinsi Bengkulu. Namun, ia menegaskan Greenpreneur 2025 memiliki diferensiasi kuat dengan penekanan pada keberpihakan lingkungan.

“Tahun ini kami tidak hanya mendorong akselerasi ekonomi anak muda, tetapi juga secara tegas menempatkan pelestarian lingkungan sebagai orientasi utama. Ini menjadi program inkubasi wirausaha hijau inklusif pertama di Pulau Sumatera,” ujar Dani.

Ia menambahkan, Greenpreneur menjunjung tinggi prinsip inklusivitas, salah satunya dengan keterlibatan perempuan sebagai ketua penyelenggara. Ke depan, program ini direncanakan untuk diperluas ke berbagai daerah dan provinsi di Pulau Sumatera.

Sementara itu, Ketua Penyelenggara Greenpreneur Angkatan I, Mutia Lestari, menyebutkan antusiasme masyarakat terhadap program ini sangat tinggi. Dari ratusan pendaftar, terpilih 25 awardee yang mengikuti rangkaian kegiatan selama dua hari, pada 13–14 Desember 2025, di salah satu hotel Kota Bengkulu.

Sebanyak 25 peserta tersebut dibagi ke dalam lima tim dan masing-masing tim menerima bantuan modal awal sebesar Rp1 juta. Dalam satu bulan ke depan, setiap tim diwajibkan mengimplementasikan rencana bisnisnya, yang selanjutnya akan dinilai untuk menentukan tim dengan usaha paling potensial dan berdampak.

Selama pelaksanaan, peserta memperoleh pembekalan dari berbagai narasumber lintas sektor, mulai dari unsur pemerintah, pelaku usaha, hingga pegiat kewirausahaan dan lingkungan. Melalui Greenpreneur 2025, Onschool Indonesia Grup dan Green Democracy Institute menegaskan komitmennya melahirkan wirausahawan muda yang inklusif, berdaya saing, dan berpihak pada keberlanjutan lingkungan sebagai bagian dari penguatan ekonomi hijau Indonesia.

Editor: Hasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *