JAKARTA- Pencarian delapan orang yang hilang saat meliput aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau memasuki hari kedelapan tanpa hasil. Basarnas memperluas wilayah operasi pencarian hingga pesisir Bengkulu dan Pulau Enggano untuk mengantisipasi kemungkinan pergerakan korban atau benda yang berkaitan dengan kapal cepat yang mereka tumpangi.
Koordinator Misi SAR, Al Amrad, mengatakan perluasan wilayah pencarian dilakukan sebagai langkah antisipasi setelah keberadaan delapan orang tersebut belum diketahui.
“Pencarian kami perluas, juga melakukan pemantauan terhadap wilayah pesisir Bengkulu dan Pulau Enggano sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan adanya pergerakan korban atau benda yang berkaitan dengan kejadian ini,” kata Al Amrad dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Pada operasi SAR hari kedelapan, tim gabungan menyisir lima sektor pencarian laut dengan total luas sekitar 3.962 mil laut persegi. Sejumlah armada dikerahkan, antara lain KN SAR Tetuka, KN SAR Basudewa, KN SAR Antasena, KRI Gilimanuk, KRI Leuser, KRI Lepu, KRI Kerambit, KAL Anyer, KAL Pahowang, KP Sanjaya, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, RBB Pulau Peucang, serta kapal KP Polairud.
Penyisiran dibagi ke sejumlah sektor. Sektor A seluas 1.026 mil laut persegi melibatkan KRI Gilimanuk dan KRI Leuser. Sektor B seluas 780 mil laut persegi disisir KN SAR Antasena dan KP Sanjaya. Sektor C dengan luas 825 mil laut persegi menjadi wilayah operasi KN SAR Tetuka, KRI Lepu, dan KRI Kerambit.
Sementara itu, Sektor D seluas 872 mil laut persegi melibatkan KN SAR Basudewa, RIB 02 Lampung, KAL Anyer, dan KAL Pahowang. Adapun Sektor F seluas 459 mil laut persegi disisir RIB 02 Banten, RBB Pulau Peucang, sejumlah kapal KP Polairud, serta unsur pendukung lainnya.













