Alaku
Alaku

Jembatan Baru Seluma Ambruk, HMI Bengkulu Tuding Proyek Gagal Total

HMI Cabang Bengkulu: Ambruknya jembatan di Seluma, memperlihatkan adanya indikasi kelalaian sistemik.( Dok: 23/4/2026)

BENGKULU- Ambruknya jembatan yang baru diresmikan di Kabupaten Seluma bukan sekadar insiden teknis. Peristiwa ini dinilai sebagai bukti telanjang rapuhnya tata kelola pembangunan daerah yang jauh dari standar akuntabilitas.

Sorotan keras datang dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bengkulu. Ketua Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah, Akbar Firmansyah, menegaskan kejadian tersebut adalah kegagalan serius yang tidak bisa ditoleransi.

“Ini bukan kecelakaan biasa. Ini kegagalan proyek yang mencerminkan buruknya kualitas perencanaan dan pengawasan,” tegas Akbar.

Ia menilai proyek infrastruktur dengan anggaran besar seharusnya menjamin kualitas dan keselamatan. Ambruknya jembatan justru memperlihatkan adanya indikasi kelalaian sistemik.

Desak Investigasi Total dan Tanggung Jawab
HMI Bengkulu mendesak investigasi menyeluruh dan independen. Mereka menolak jika penanganan hanya berhenti pada pemeriksaan internal pemerintah.

“Harus dibuka seterang-terangnya. Libatkan pihak independen, bongkar dari hulu ke hilir,” ujar Akbar.

Tak hanya itu, ia menuntut pertanggungjawaban tegas dari seluruh pihak yang terlibat, mulai dari kontraktor hingga konsultan pengawas.

“Tidak boleh ada yang berlindung. Kegagalan ini harus ada yang bertanggung jawab,” katanya.

Transparansi Disorot, Alasan Alam Dipertanyakan

Akbar juga menyoroti minimnya keterbukaan proyek sebagai pintu masuk penyimpangan. Ia menilai publik selama ini tidak mendapatkan akses informasi yang memadai.

“Proyek publik tapi informasinya tertutup. Ini celah besar terjadinya penyimpangan,” kritiknya.

Ia pun mengingatkan agar pemerintah tidak berlindung di balik dalih faktor alam.

“Jangan gampang menyalahkan alam. Semua harus diuji secara teknis dan ilmiah,” ujarnya.

HMI Siap Kawal, Tekan Advokasi Lebih Luas
HMI memastikan tidak akan berhenti pada kritik. Mereka siap mengawal kasus ini hingga tuntas, bahkan mendorong gerakan advokasi jika tidak ada langkah konkret dari pemerintah.

“Kalau tidak ada transparansi dan tindakan nyata, kami siap turun lebih jauh. Ini soal keselamatan publik,” tegas Akbar.

Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kabupaten Seluma belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab ambruknya jembatan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *