Selain itu, Kapolda mengingatkan mahasiswa agar mampu menjaga diri dari berbagai pengaruh negatif seperti narkoba, judi online, serta meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas guna menekan angka kecelakaan. Ia juga menyoroti ancaman kejahatan siber dan maraknya hoaks di era digital. Mahasiswa diharapkan menjadi agen intelektual yang kritis dalam menerima informasi, mampu memverifikasi kebenaran sumber, serta tidak ikut menyebarkan provokasi yang dapat memecah belah persatuan.
Di akhir kegiatan, Kapolda Bengkulu menyampaikan pesan bahwa keamanan tidak dapat dijaga oleh Polri sendiri. Polri hadir menjaga ketertiban dan kepastian hukum, sementara mahasiswa berperan menumbuhkan kesadaran dan kepedulian di tengah masyarakat. Kolaborasi antara Polri dan mahasiswa diyakini akan memperkuat keamanan dan menjaga masa depan daerah.(Y)













