BENGKULU- Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, mengeluarkan garis tegas arah pembangunan Bengkulu: hentikan ketergantungan pada ekspor bahan mentah dan percepat hilirisasi berbasis bioindustri. Komoditas unggulan seperti sawit, karet, dan kopi harus diolah di dalam daerah agar menghasilkan nilai tambah nyata.
Ia menekankan pentingnya integrasi rantai pasok dari hulu ke hilir, termasuk penguatan kemitraan petani dan industri. Tanpa langkah ini, potensi besar Bengkulu dinilai hanya akan stagnan tanpa dampak signifikan bagi kesejahteraan masyarakat.
Selain Hilirisasi, Rachmat juga mendorong penguatan ketahanan pangan melalui peningkatan produktivitas pertanian, dukungan asuransi usaha tani, serta modernisasi alat dan mesin pertanian.
Menurutnya, ekonomi hijau kini menjadi standar global yang tak bisa dihindari. Bengkulu diminta segera menyesuaikan arah pembangunan agar mampu bersaing sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
Ia juga mengingatkan, percepatan infrastruktur menjadi kunci. Kawasan industri, pelabuhan, jalan tol, hingga rencana perkeretaapian harus dipacu untuk memangkas biaya logistik dan membuka akses pasar lebih luas.
Pesan akhirnya jelas: Bengkulu memiliki modal besar, tetapi tanpa eksekusi cepat dan terintegrasi, peluang itu akan kembali terlewat.













