Struktur operasi dipimpin oleh Dirsamapta selaku Kaops, didampingi Kabidkeu Polda Bali sebagai Wakaops. Penempatan Polwan dalam posisi strategis pengamanan operasi kali ini juga menjadi wujud nyata komitmen kesetaraan gender di lingkungan Polri, khususnya Polda Bali, ungkap Kapolda
Kapolda Bali menegaskan bahwa Bali merupakan wajah Indonesia di mata dunia. Oleh karena itu, seluruh personel diminta memberikan pengamanan yang optimal, profesional, dan humanis tanpa mengganggu aktivitas rutin masyarakat maupun dinamika pariwisata.
“Apel gelar pasukan ini menjadi sarana konsolidasi untuk menyamakan pola pikir, pola sikap, dan pola tindak. Seluruh personel harus berada dalam satu sistem pengamanan, satu garis koordinasi, dan satu tujuan: menjamin keamanan serta kelancaran rangkaian kegiatan IAWP dan SOM,” tegas Kapolda Bali.
Mengakhiri arahannya, Kapolda Bali menyampaikan lima instruksi mendasar yang wajib dipedomani oleh seluruh personel pengamanan di lapangan:
1. Pahami SOP dan Bertindak Humanis: Jangan menganggap operasi ini sebagai tugas rutin biasa. Pahami tugas dan tanggung jawab sesuai SOP, serta laksanakan pelayanan secara humanis, profesional dan bertanggung jawab.
2. Deteksi Dini dan Respons Cepat: Optimalkan deteksi dini terhadap potensi gangguan sekecil apa pun. Tingkatkan koordinasi antar-Satgas dan laporkan setiap perkembangan secara berjenjang.
3. Pengawasan Padal: Perwira Pengendali (Padal) wajib mengecek pelaksanaan tugas personel di lapangan secara berkala.
4. Pemanfaatan Teknologi: Manfaatkan sarana teknologi pendukung secara optimal, termasuk pengawasan dan pemantauan pergerakan personel melalui Command Center Polda Bali.
5. Jaga Integritas dan Nama Baik Institusi: Tetap jaga kesehatan, disiplin, dan kehormatan institusi. Setiap personel merupakan representasi wajah Polri dan Indonesia di mata dunia, sehingga wajib menghindari tindakan yang mencederai kepercayaan publik.
Selamat bertugas jaga kesehatan dan kekompakan semoga tuhan senantiasa melindungi kita semua, Tutup Irjen Daniel.













