Alaku
Alaku

Perselisihan Anak dan Ayah di Rawa Makmur Diselesaikan Damai Berkat Mediasi Polisi RW dan Polsek

Perselisihan anak dan orang tua diselesaikan dengan damai berkat kerja tim Polsek dan RW setempat.(foto: Dok, 19/1/2025)

Bengkulu- Suasana di RT 16 RW Kelurahan Rawa Makmur, Kota Bengkulu, sempat memanas akibat perselisihan antara seorang anak berinisial AI dan ayah kandungnya, BR. Perselisihan yang bermula dari selisih paham itu nyaris memicu kekerasan, hingga akhirnya berhasil diredam berkat tindakan cepat Bripda Adhafiz, Polisi RW setempat.

Bripda Adhafiz yang tinggal tak jauh dari lokasi kejadian mendengar teriakan dari rumah tetangganya sekitar pukul 17.30 WIB. Ia segera menuju lokasi dan mendapati AI dan BR terlibat pergumulan. Dengan sigap, ia melerai keduanya. BR diarahkan untuk menenangkan diri di masjid, sementara AI yang masih terbakar emosi meninggalkan rumah.

Tak ingin kejadian serupa terulang, Bripda Adhafiz menghubungi Ketua RT 16, Saharudin, serta Babinsa Polsek Muara Bangkahulu. Beberapa menit kemudian, personel Polsek Muara Bangkahulu yang dipimpin, Aipda Budi Suhendra tiba di lokasi bersama Aipda Feri Kurniawan dan Brigpol Sendika. Mereka langsung meminta keterangan dari BR dan menghubungi AI untuk kembali ke rumah demi menyelesaikan masalah secara baik-baik.

Setelah dimediasi oleh aparat kepolisian, AI dan BR akhirnya saling memaafkan. Mediasi itu juga disaksikan oleh ibu kandung AI, yang turut berperan dalam meredakan suasana. Kedua pihak sepakat menyelesaikan masalah secara kekeluargaan dan berjanji untuk menjaga hubungan baik sebagai keluarga.

Kapolsek Muara Bangkahulu, AKP Noviaska, mengapresiasi langkah cepat dan terukur yang diambil jajarannya. “Penyelesaian damai seperti ini menunjukkan bahwa dengan pendekatan problem solving, konflik interpersonal bisa diselesaikan tanpa harus berujung pada tindakan hukum,” jelasnya.

Kasus ini tidak hanya menjadi pelajaran penting bagi keluarga tersebut, tetapi juga masyarakat sekitar tentang pentingnya menjaga komunikasi yang baik di lingkungan keluarga. AKP Noviaska berharap metode mediasi ini bisa menjadi inspirasi untuk mencegah gangguan ketertiban dan menciptakan harmoni di tengah masyarakat.(Uj)