“Berikan pelayanan yang cepat, profesional, humanis, serta berkeadilan. Jangan pernah lupa bahwa juragan kita adalah rakyat. Polri berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat,” tambah Irjen Pol Sandi Nugroho. Ia juga menyoroti bahwa potensi besar Pagar Alam di sektor pertanian dan pariwisata hanya akan tumbuh pesat jika ditopang oleh situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif.
Menyambung ketegasan pimpinan, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, memberikan penekanan bahwa Apel Sabuk Kamtibmas ini adalah wujud nyata dari upaya membangun benteng pertahanan sosial di daerah.
“Sesuai arahan Bapak Kapolda, Sabuk Kamtibmas ini bukan sekadar program atau slogan seremonial, melainkan ikatan nyata antara Polri, pemerintah daerah, dan warga. Kolaborasi solid Forkopimda dan elemen masyarakat hari ini menjadi bukti bahwa kita semua sepakat untuk merapatkan barisan, menutup rapat segala celah kejahatan, serta menolak segala bentuk provokasi yang ingin memecah belah kerukunan di Bumi Besemah,” papar Kombes Pol Nandang.
Pada akhirnya, perhelatan Apel Besar Sabuk Kamtibmas di Pagar Alam bukan hanya sebatas baris-berbaris atau adu kedisiplinan, melainkan sebuah ikrar kolektif untuk merawat peradaban. Melalui perpaduan antara kerja keras, cerdas, tuntas, dan ikhlas dari seluruh elemen penegak hukum dan warga sipil, cita-cita untuk mewujudkan Kota Pagar Alam yang tidak hanya aman, namun juga membahagiakan serta menyejahterakan warganya, selangkah lebih dekat menjadi nyata. Sebuah komitmen yang akan terus berdenyut seiring dengan semangat yang senantiasa digelorakan: *“Nyago Bumi Sriwijaya, Nyago Kota Pagar Alam, Aman Bae!”*













