Polri juga menyalurkan bantuan paket sembako dengan total sekitar 30 ton yang mencakup beras, gula, minyak goreng, mie instan, air mineral, biskuit, sarden, teh, serta kebutuhan rumah tangga dan kesehatan.
Distribusi bantuan dilakukan menggunakan kendaraan roda dua agar dapat menjangkau langsung masyarakat di wilayah yang sulit diakses.
“Bantuan ini kami distribusikan langsung menggunakan kendaraan roda dua agar benar-benar menyentuh warga yang terdampak. Ini sesuai arahan Bapak Kapolri agar Polri hadir dan memberi solusi nyata di lapangan,” tegas Komjen Pol Dedi Prasetyo.
Selain bantuan logistik, Polri juga mendukung pembangunan hunian sementara (huntara) di tiga lokasi terdampak, yakni Kapalo Koto Kota Padang, Anduriang Kabupaten Padang Pariaman, dan Limau Hantu Kabupaten Pesisir Selatan, yang direncanakan mulai dibangun pada Januari. Dukungan peralatan kerja seperti cangkul, sekop, dan gerobak dorong juga disalurkan untuk mendorong gotong royong dan percepatan pemulihan lingkungan.
Perhatian turut diberikan pada sektor pendidikan dan pemulihan psikologis anak-anak terdampak melalui penyaluran tas, alat tulis, seragam sekolah, sepatu, serta paket trauma healing. Menjelang berakhirnya masa libur sekolah dan menghadapi bulan suci Ramadan, Polri juga melakukan kerja bakti dan perbaikan tempat ibadah yang terdampak, termasuk penyediaan karpet dan Al-Qur’an.
“Kami harus mempersiapkan kebutuhan masyarakat sejak sekarang, termasuk menghadapi Ramadan. Tempat ibadah harus bisa digunakan dengan baik, air bersih tersedia, dan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi,” pungkas Wakapolri.













