Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Fatmawati Soekarno Bengkulu menjelaskan bahwa cuaca panas terik yang belakangan melanda Bengkulu disebabkan oleh fenomena gerak semu tahunan matahari yang saat ini melintasi sekitar garis khatulistiwa. Kondisi ini membuat suhu udara di wilayah tersebut dapat mencapai 35 derajat Celsius.
BENGKULU– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Fatmawati Soekarno Bengkulu menjelaskan bahwa cuaca panas terik yang belakangan melanda Bengkulu disebabkan oleh fenomena gerak semu tahunan matahari yang saat ini melintasi sekitar garis khatulistiwa. Kondisi ini membuat suhu udara di wilayah tersebut dapat mencapai 35 derajat Celsius.
Prakirawan BMKG, Anjasman, mengatakan fenomena ini telah terjadi sejak pertengahan September dan puncaknya berlangsung hingga Oktober. “Sejak pertengahan September hingga Oktober sekarang, matahari berada di dekat garis khatulistiwa, tepatnya pada rentang 21 September hingga 23 Oktober. Setelah itu, matahari bergerak perlahan ke selatan hingga Desember,” jelas Anjasman.
Menurutnya, posisi matahari ini berdampak langsung pada kondisi cuaca harian. Dampak yang terasa adalah suhu udara menjadi lebih panas, tingkat kelembapan meningkat, serta malam hari terasa lebih gerah dari biasanya.
“Pengaruh yang kita rasakan pertama adalah panas yang cukup terik. Pada siang hari matahari lebih menyengat, sementara pada malam hari udara tetap terasa hangat dan lembap,” tambahnya.
Meski demikian, Anjasman menegaskan bahwa fenomena ini murni akibat posisi semu matahari dan bukan disebabkan jarak bumi yang semakin dekat dengan matahari.
BMKG memprakirakan kondisi panas ini akan berlangsung hingga akhir Oktober. Intensitas panas diperkirakan akan mulai menurun pada November sebelum kembali terjadi pada Maret hingga April tahun depan sebagai bagian dari siklus tahunan gerak semu matahari.
“Suhu udara di Bengkulu saat ini dapat mencapai 34 hingga 35 derajat Celsius. Meski terasa menyengat, kondisi ini masih tergolong belum ekstrem,” ujar Anjasman.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan, mencukupi asupan cairan, serta sebisa mungkin menghindari aktivitas luar ruangan pada siang hari guna mengurangi risiko dehidrasi dan kelelahan akibat suhu panas.
Reporter & Editor : Hasan.













