Alaku
Alaku

Air Sumur Diduga Tercemar Garam, Warga Mengadu Saat Reses DPRD

BENGKULU- Keluhan warga soal dugaan pencemaran air sumur di Betungan belum berujung pada pemeriksaan lapangan. Aspirasi itu bahkan telah disampaikan dalam reses anggota DPRD, tetapi hingga kini tindak lanjut dari instansi terkait belum terlihat.

Siti Latifah, warga setempat, mengaku sudah lebih dari tiga tahun meninggalkan sumurnya. Air terasa asin dan pahit. Saat digunakan merebus lontong, warna makanan disebut berubah menjadi kuning seperti kunyit.

Siti juga mengaku dirinya dan dua anaknya mengalami gatal-gatal setelah menggunakan air sumur. Karena khawatir, kebutuhan mandi, mencuci, dan memasak kemudian dipenuhi dari air PAM.

“Saya tidak berani melapor karena pendatang dan khawatir persoalan ini justru menimbulkan masalah,” demikian pengakuan Siti. Sabtu (15/8/2026).

Keluhan serupa disampaikan Fatimah. Warga RT 35 itu mengaku resah dengan dugaan pencemaran yang dikaitkan dengan aktivitas gudang garam di RT 19. Jarak rumahnya dengan gudang disebut hanya sekitar 3- 4 meter.

Persoalan tersebut, kata Fatimah, sudah disampaikan dalam reses anggota DPRD. Warga berharap aspirasi diteruskan ke DPRD dan Dinas Lingkungan Hidup. Namun, sampai kini belum ada pemeriksaan lapangan yang memberi kepastian mengenai kondisi air.

Lurah Betungan, Nanto Sinarman, S.T., membenarkan bahwa aspirasi warga terkait dugaan pencemaran air telah disampaikan melalui reses. Namun, pihak kelurahan belum menerima informasi tindak lanjut dari dinas terkait maupun pihak yang melaksanakan reses.

Nanto menyebut penanganan persoalan limbah berkaitan dengan Komisi II DPRD dan DLHK.

Penulis: HasanEditor: Hasan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *