BENGKULU- Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas memperkuat sinergi pembangunan rendah karbon dan berketahanan iklim melalui dialog multipihak di Hotel Santika Bengkulu, Rabu (25/2/2026). Pertemuan ini menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah guna mendukung target penurunan emisi nasional.
Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, Leonardo A.A.T. Sambodo, menegaskan pembangunan rendah karbon menjadi strategi menuju Net Zero Emissions 2060 atau lebih cepat. Ia menyebut agenda tersebut sebagai transformasi ekonomi hijau yang berpotensi membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan.
Ketua DPRD Provinsi Bengkulu, Sumardi, menyatakan dukungan terhadap pembangunan berkelanjutan dengan tetap menjaga keseimbangan pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.
Pemprov Bengkulu juga telah menindaklanjuti komitmen nasional melalui nota kesepahaman tahun 2023 serta menetapkan Dokumen Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim melalui Peraturan Gubernur Nomor 36 Tahun 2025. Dialog menyepakati kolaborasi multipihak sebagai kunci percepatan transformasi ekonomi hijau di Bengkulu.
Editor: Hasan













