Alaku
Alaku

FAJI Bengkulu Dituntut Bangkit, Bukan Sekadar Jual Wisata

BENGKULU- Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Provinsi Bengkulu ditantang keluar dari keterpurukan prestasi. Kepengurusan baru dituntut tidak sekadar menghidupkan olahraga wisata, tetapi wajib melahirkan atlet berprestasi hingga level nasional.

Tuntutan itu mengemuka dalam Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) FAJI Bengkulu, Sabtu (8/8/2026).

KONI Provinsi Bengkulu menilai FAJI memiliki potensi besar, tetapi pembinaan prestasi dalam beberapa tahun terakhir belum menunjukkan hasil menonjol.

Wakil Ketua KONI Provinsi Bengkulu, Affan, menegaskan status FAJI sebagai anggota KONI membawa tanggung jawab untuk mencetak prestasi.
“FAJI tidak boleh hanya aktif sebagai olahraga wisata. Sebagai anggota KONI, wajib memiliki konsep pembinaan prestasi yang jelas,” tegas Affan.

KONI mendorong pengurus baru segera membangun pembinaan atlet dan berkoordinasi dengan bidang prestasi. Porprov menjadi ujian awal sebelum menatap Pra-PON 2027.

Potensi sungai Bengkulu, termasuk kawasan Air Manna, masih terbuka lebar. Kini, kepengurusan baru FAJI dituntut membuktikan bahwa arung jeram Bengkulu bukan sekadar destinasi wisata, tetapi juga mampu menjadi lumbung prestasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *