Alaku
Alaku

Ekonomi Bengkulu Peringkat 6 di Sumatera, OJK Blokir Dana Rp511,1 Miliar

BENGKULU- Pertumbuhan ekonomi Provinsi Bengkulu pada triwulan III 2025 mencapai 4,56 persen dan menempatkan daerah ini di peringkat keenam dari 10 provinsi di Pulau Sumatera. Data tersebut disampaikan dalam kegiatan update media oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bengkulu, Kamis (5/3/2026).

Kepala OJK Bengkulu, Ayu Laksmi Syntia Dewi, menyebut nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku tercatat lebih dari Rp27,6 triliun, sementara atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp14,17 triliun.

Meski demikian, dibandingkan triwulan II 2025, ekonomi Bengkulu mengalami kontraksi 2,97 persen. Kendati begitu, pertumbuhan secara tahunan dinilai masih stabil dan menunjukkan tren penguatan.

Di sektor perbankan, penyaluran kredit terbesar berasal dari rumah tangga sebesar Rp10,60 triliun (33,62 persen), disusul sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan Rp7 triliun (22,19 persen). Kemudian sektor lainnya Rp6 triliun (19,04 persen), perdagangan dan reparasi kendaraan Rp4,96 triliun (15,72 persen), serta aktivitas jasa lainnya Rp0,63 triliun (2 persen).

OJK juga mencatat 940 pengaduan konsumen terkait layanan perbankan dan perusahaan pembiayaan. Sementara itu, melalui Indonesia Anti Scam Center (IASC), sejak November 2024 hingga 31 Januari 2026 tercatat 448.442 laporan penipuan transaksi keuangan.

Dari laporan tersebut, sebanyak 415.385 rekening telah diblokir dengan nilai dana yang diamankan mencapai Rp511,1 miliar. Dari jumlah itu, dana korban yang berhasil dipulihkan mencapai Rp160,9 miliar.

OJK mengingatkan masyarakat untuk segera melapor jika mengalami penipuan transaksi keuangan, baik melalui OJK, perbankan, maupun kepolisian. Selain itu, masyarakat diminta lebih waspada terhadap transaksi digital dan tawaran pinjaman online yang mencurigakan.

Editor: Hasan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *