JAKARTA- Ketua Sultan B Najamudin mendesak pemerintah memastikan ketersediaan BBM dan LPG tetap aman menjelang arus mudik Lebaran 2026. Lonjakan mobilitas masyarakat diperkirakan mencapai sekitar 144 juta orang atau hampir separuh penduduk Indonesia.
Sultan menilai pemerintah harus mengantisipasi potensi gejolak harga energi dan inflasi menjelang Hari Raya. Ia menyoroti dampak ketegangan global, termasuk pengaruh Perang Teluk yang dapat memicu kenaikan harga minyak dan berimbas pada biaya transportasi serta logistik.
Menurutnya, kelangkaan LPG akan berdampak langsung pada masyarakat dan pelaku UMKM karena berkaitan dengan kebutuhan dasar rumah tangga. Karena itu, pemerintah diminta melakukan mitigasi serius agar pasokan energi tetap stabil selama masa mudik dan Lebaran.
Di sisi lain, Sultan menilai arus mudik juga berpotensi menjadi penggerak ekonomi daerah. Ia mendorong pemerintah daerah, pelaku UMKM, sektor pariwisata, dan ekonomi kreatif memanfaatkan momentum kedatangan jutaan pemudik untuk menghidupkan ekonomi lokal.
Sultan juga mengapresiasi program mudik gratis yang diinisiasi DPP KAMSRI bagi warga Sumatera Bagian Selatan yang tinggal di Jakarta. Program tersebut dijadwalkan dilepas pada 14 Maret 2026 di Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Senayan.
Editor: Hasan













