REJANG LEBONG- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Curup tancap gas mendukung program ketahanan pangan nasional. Instruksi dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan langsung diterjemahkan dalam aksi nyata: optimalisasi lahan dan pemberdayaan warga binaan.
Kepala Lapas melalui Kepala Pengamanan Lapas (KPLP) Dudi menegaskan, selain memperketat pemberantasan Halinar (handphone, narkoba, pungutan liar), pihaknya kini fokus mengembangkan sektor produktif di dalam lapas.
“Seluruh lapas dan rutan diwajibkan mengaktifkan program ketahanan pangan. Di Curup, kami jalankan secara serius,” tegas Dudi di ruang kerjanya.
Program ini melibatkan warga binaan dalam kegiatan pertanian dan perikanan. Lahan yang tersedia kini ditanami berbagai komoditas pangan seperti pepaya, cabai, dan kangkung untuk menunjang kebutuhan pokok.
“Semua dikelola maksimal agar berkontribusi pada ketersediaan pangan,” ujarnya.
Tak berhenti di sektor pertanian, Lapas Curup juga mengembangkan budidaya perikanan. Saat ini sekitar 5.000 ekor ikan nila tengah dipelihara di area lapas.
Program tersebut mulai menunjukkan hasil. Panen sebelumnya telah dipasarkan, dan hasilnya disalurkan ke pusat untuk kemudian didistribusikan sebagai bantuan ke daerah yang membutuhkan.
Ke depan, Lapas Curup juga berpeluang mendapat tambahan lahan pertanian dari pemerintah daerah. Meski lokasi belum ditentukan, langkah ini diyakini akan memperkuat kontribusi lapas dalam menopang ketahanan pangan nasional.













