BENGKULU- Keluhan keras disampaikan petani di kawasan Danau Dendam Tak Sudah, tepatnya di Dusun Besar, Kecamatan Singaran Patih, Kota Bengkulu. Kerusakan parah jaringan irigasi sekunder di sepanjang jalan provinsi membuat pasokan air ke lahan pertanian nyaris terputus.
Herman, salah satu ketua kelompok tani, di Dusun Besar Kota Bengkulu mengungkapkan langsung persoalan ini kepada Menteri Ketahanan Pangan Zulkifli Hasan dan Gubernur Bengkulu Helmi Hasan. Ia menegaskan, saluran irigasi yang seharusnya menjadi tulang punggung pertanian kini rusak berat, bahkan tertutup cor beton akibat pembangunan di tepi sawah.
Dampaknya, petani terpaksa mencari cara darurat. Air disedot secara manual menggunakan selang dari danau Dendam Tak Sudah yang berjarak sekitar 200 meter. Kondisi ini tidak hanya menyulitkan, tetapi juga meningkatkan biaya dan risiko gagal panen.
Persoalan semakin rumit karena aktivitas gotong royong membersihkan saluran irigasi ikut terhambat. Saluran yang terbengkalai memicu kekhawatiran petani terhadap ancaman hewan liar, terutama ular.
“Irigasi rusak, tertutup bangunan, akses air makin sulit. Ini masalah serius,” tegas Herman.
Meski telah mendapat pendampingan penyuluh pertanian, petani menilai solusi konkret belum terlihat. Mereka mendesak pemerintah daerah segera turun tangan dengan langkah nyata, bukan sekadar wacana.
Menanggapi keluhan tersebut, Zulkifli Hasan menyatakan perbaikan irigasi menjadi prioritas. Ia meminta usulan diajukan secara resmi melalui pemerintah daerah agar dapat segera masuk dalam program pembangunan dan direalisasikan tanpa penundaan.













