BENGKULU– Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu meluruskan informasi yang beredar terkait sidang perkara dugaan penyalahgunaan uang perusahaan pupuk CV Mandiri Sejahtera. Hakim menegaskan tidak pernah memberikan peringatan khusus kepada kuasa hukum terdakwa, melainkan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam perkara.
Penegasan itu disampaikan pada sidang lanjutan, Selasa malam, 14 Juli 2026, saat agenda pemeriksaan terdakwa. Di awal persidangan, Kuasa Hukum Terdakwa, Benni Hidayat, SH, meminta klarifikasi atas narasi yang berkembang seolah-olah majelis hakim hanya memberi peringatan kepada tim pembela.
Anggota Majelis Hakim, Fajar, menepis anggapan tersebut. Menurutnya, setiap persidangan selalu diawali dengan pengingat agar tidak ada pihak yang mencoba menemui hakim di luar persidangan maupun mengatasnamakan hakim untuk berhubungan dengan pihak yang sedang berperkara. Peringatan itu berlaku bagi jaksa, terdakwa, kuasa hukum, pelapor, maupun seluruh pihak terkait.
Majelis hakim juga menjelaskan tidak melarang pengambilan foto maupun video selama persidangan. Namun, setiap dokumentasi harus dilakukan secara beretika dan dengan izin terlebih dahulu. Hakim mengingatkan, penyebaran dokumentasi yang tidak sesuai fakta dapat berujung pada persoalan hukum, termasuk dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
“Saya pastikan, pengingat itu selalu kami sampaikan kepada seluruh pihak dalam setiap persidangan, bukan hanya pada perkara ini dan bukan hanya kepada kuasa hukum terdakwa,” tegas Majelis Hakim.
Usai sidang, Benni Hidayat menyatakan penjelasan majelis hakim telah membantah narasi yang dinilainya sebagai framing dari akun anonim. Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih kritis menyaring informasi dan tidak mudah mempercayai unggahan dari akun media sosial yang identitasnya tidak jelas.
Benni menilai penyebaran informasi melalui akun anonim berpotensi menggiring opini publik dengan narasi yang menyesatkan. Karena itu, ia meminta masyarakat mengedepankan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan dan tidak mudah terpengaruh oleh konten yang sumbernya tidak jelas.













