“Pengerahan Den K9 SAR ini adalah bentuk nyata kehadiran negara melalui Polri dalam misi kemanusiaan. Kami memastikan seluruh kekuatan dikerahkan secara maksimal, cepat, dan terukur agar seluruh korban dapat segera ditemukan dan dievakuasi. Ini merupakan implementasi Transformasi Polri Presisi yang menempatkan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo.
Hingga Minggu (25/1/2026) pukul 10.39 WIB, dari total 98 laporan orang hilang (75 warga sipil dan 23 personel TNI), telah ditemukan 27 kantong jenazah, dengan rincian:
• Sabtu (24/1/2026): 11 kantong jenazah
• Minggu (25/1/2026): 16 kantong jenazah
Sebanyak 6 jenazah utuh dan 1 potongan tubuh telah berhasil diidentifikasi, sementara 8 jenazah dan 1 bagian tubuh lainnya masih dalam proses identifikasi.
Perkuat DVI dan Inafis
Dalam rangka percepatan identifikasi korban, Polda Jawa Barat mengajukan dukungan tambahan berupa 1 Unit Disaster Victim Identification (DVI) dan 1 Unit Inafis dari Mabes Polri, khususnya untuk membantu proses identifikasi korban dari unsur TNI.
Sementara itu, kebutuhan logistik masyarakat terdampak akan terus dipenuhi secara maksimal melalui sinergi BPBD, Basarnas, Pemprov Jawa Barat, Pemkab Bandung Barat, serta dukungan Ketua Umum Bhayangkari, PD Bhayangkari, dan Polda Jawa Barat, guna memastikan keberlangsungan pemulihan dan terpenuhinya kebutuhan dasar warga.
Brigjen Pol. Trunoyudo menegaskan bahwa Polri tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam misi kemanusiaan.













