PADANG PARIAMAN – Warga Palapa Saiyo yang rumahnya luluh lantak akibat abrasi Sungai Batang Anai terus berupaya bangkit di tengah situasi sulit. Musibah yang terjadi pada Rabu (10/12) itu menghancurkan tujuh rumah di Korong 1 Komplek Palapa Saiyo, Jorong Sungai buluh Selatan. Meski kerugian material cukup besar, seluruh warga berhasil selamat.
Pada Kamis (11/12), Gubernur Bengkulu Helmi Hasan datang langsung meninjau lokasi dan memberikan dukungan moral serta bantuan logistik. Kehadirannya disambut hangat warga yang kini mengungsi di tenda dan rumah kerabat.
Dalam kesempatan itu, Helmi menyerahkan bantuan berupa uang tunai, sembako, dan perlengkapan ibadah. Ia juga mengajak warga untuk tetap tabah menghadapi ujian.
“Allah tidak membebani hamba-Nya di luar kemampuan. Di balik kesulitan selalu ada kemudahan. Musibah ini mengingatkan kita untuk semakin dekat kepada Allah. Tetap kuat, insyaAllah kita dapat melewatinya bersama,” ujar Helmi.
Helmi menegaskan bahwa warga Bengkulu ikut merasakan duka masyarakat Sumatera Barat dan terpanggil untuk memberikan bantuan.
“Ini musibah kita bersama. Masyarakat Bengkulu hadir untuk menguatkan, memastikan saudara-saudara kita tidak menghadapi cobaan ini sendirian,” katanya.
Sebelumnya, Gubernur Helmi juga menyerahkan dana bantuan Rp1 miliar kepada Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah. Selain itu, Bengkulu menyalurkan bantuan logistik berupa bahan pokok, perlengkapan sekolah, kursi roda, hingga ambulans. Seluruh bantuan tersebut merupakan hasil donasi masyarakat Bengkulu yang mencapai Rp4,3 miliar, dan disalurkan ke tiga provinsi terdampak: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Tokoh masyarakat Palapa Saiyo, Iskandar, mengapresiasi perhatian yang diberikan.
“Kehadiran Gubernur Bengkulu sangat berarti bagi kami. Rumah memang hancur, banyak yang hilang, tetapi dukungan ini membuat kami merasa tidak sendiri,” ujarnya.
Ia menuturkan, pemerintah nagari dan warga masih mengevakuasi sisa-sisa barang serta mempertimbangkan relokasi untuk rumah-rumah yang berada di zona rawan abrasi.
“Relokasi akan segera dilakukan bagi warga yang rumahnya hanyut dibawa arus,” tutupnya.
Editor : Hasan.













