REJANG LEBONG- Bank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu mulai mempercepat perluasan layanan keuangan dan digitalisasi transaksi daerah hingga ke wilayah pelosok melalui peluncuran Pilot Project Mitra Layanan Bank Indonesia (MILA) dan Digitalisasi Layanan Pajak Aman (DILAN) di Kabupaten Rejang Lebong.
Program yang menggandeng PT Pos Indonesia tersebut menjadi langkah konkret BI dalam memperkuat layanan penukaran uang Rupiah sekaligus memperluas pembayaran digital berbasis QRIS untuk Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Kepala Perwakilan BI Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, mengatakan peluncuran MILA dan DILAN merupakan bagian dari strategi memperluas akses layanan keuangan yang mudah dijangkau masyarakat hingga tingkat kecamatan dan wilayah terpencil.
“Bank Indonesia berkomitmen menghadirkan layanan keuangan yang semakin dekat dengan masyarakat. Kehadiran MILA di Bengkulu menjadi upaya memperluas akses penukaran uang layak edar, sementara DILAN melalui QRIS mendorong sistem pembayaran daerah yang lebih modern dan efisien,” ujar Wahyu.
Menurutnya, digitalisasi pembayaran daerah bukan sekadar perubahan sistem transaksi, melainkan bagian dari reformasi pelayanan publik agar lebih cepat, aman, transparan, dan akuntabel.
“Digitalisasi bukan sekadar perubahan metode pembayaran, tetapi transformasi pelayanan publik agar lebih cepat, aman, dan akuntabel,” tegasnya.
Provinsi Bengkulu menjadi daerah kedua di Indonesia yang menjalankan pilot project MILA setelah Kalimantan Selatan. Rejang Lebong dipilih sebagai titik awal pengembangan dengan memanfaatkan jaringan PT Pos Indonesia yang tersebar luas dan dekat dengan masyarakat.
Sebagai tahap awal, layanan MILA dibuka di tiga titik, yakni PT Pos Indonesia KCU Bengkulu, PT Pos Indonesia KC Curup, dan PT Pos Indonesia KCP Argamakmur. Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat melakukan penukaran uang tunai, transaksi digital ke tunai melalui QRIS, hingga konversi uang tunai menjadi saldo elektronik Pospay.
BI menilai langkah tersebut penting untuk menjaga distribusi uang Rupiah layak edar sekaligus memperkuat inklusi keuangan dan ekosistem transaksi digital di daerah.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Rejang Lebong, Iwan Sumantri Badar, mengapresiasi sinergi BI bersama pemerintah daerah dalam mempercepat digitalisasi transaksi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Peluncuran DILAN juga dirangkaikan dengan penandatanganan komitmen bersama seluruh camat se-Kabupaten Rejang Lebong guna mendukung perluasan digitalisasi transaksi daerah serta penguatan pelindungan konsumen.
BI memastikan kolaborasi bersama pemerintah daerah, perbankan, dan PT Pos Indonesia akan terus diperkuat demi menghadirkan layanan keuangan yang inklusif, modern, dan mudah diakses masyarakat hingga ke pelosok Bengkulu.













