Alaku
Alaku

Jepang Bidik 600 Lulusan SMK Bengkulu Tiap Tahun

BENGKULU- Pemerintah Jepang mulai serius melirik lulusan SMK asal Bengkulu sebagai tenaga kerja profesional. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu kini memperkuat program pelatihan vokasi dan bahasa Jepang untuk menjawab kebutuhan besar tenaga kerja dari Negeri Sakura tersebut.

Kepala Dikbud Provinsi Bengkulu, Zulhendri, menegaskan peluang kerja ke Jepang menjadi momentum penting bagi lulusan SMK Bengkulu untuk menembus pasar kerja internasional secara legal dan profesional.

Saat melakukan rapat koordinasi dan supervisi program pelatihan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) di Lembaga Pelatihan Kerja Mulia Mandiri Abadi, Tasikmalaya, Jawa Barat, Zulhendri menyebut Jepang meminta Bengkulu menyiapkan sekitar 600 lulusan setiap tahun selama 10 tahun ke depan.

“Ini bukan peluang kecil. Jepang meminta sekitar 600 anak setiap tahun dari Bengkulu. Artinya, kualitas pendidikan vokasi dan kesiapan SDM harus benar-benar diperkuat,” kata Zulhendri.

Menurutnya, ketertarikan Jepang terhadap tenaga kerja asal Bengkulu bukan tanpa alasan. Selain dikenal ramah, para peserta pelatihan dinilai memiliki kemampuan bahasa Jepang yang cukup baik serta disiplin selama mengikuti pendidikan dan pelatihan kerja.

Para siswa SMK yang mengikuti program tersebut mendapat pembekalan intensif selama enam hingga sepuluh bulan sebelum diberangkatkan bekerja ke Jepang.

Pada Juli 2026 mendatang, sebanyak 22 lulusan SMK Bengkulu dijadwalkan berangkat ke Jepang. Selanjutnya, 48 lulusan lainnya akan menyusul pada Oktober 2026.

Program kerja sama ini merupakan tindak lanjut kunjungan delegasi Jepang ke Bengkulu beberapa waktu lalu. Delegasi tersebut meninjau langsung sekolah vokasi di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Rejang Lebong, untuk melihat kesiapan sumber daya manusia Bengkulu.

Hingga kini, program penyiapan tenaga kerja ke Jepang itu telah berjalan selama tiga tahun dan melibatkan enam SMK di Provinsi Bengkulu. Pemerintah daerah menilai program tersebut dapat menjadi jalan keluar untuk meningkatkan daya saing lulusan SMK sekaligus membuka lapangan kerja internasional bagi generasi muda Bengkulu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *