Alaku
Alaku

Kopi Belitar Bengkulu Dobrak Pasar Italia

Wahyu Yuwana Hidayat, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu mencoba meracik kopi Bengkulu di Rejang Lebong. (Foto : Dok Hs 17/9/2026)

Direktur PT Alko Sumatra Kopi, Suryono, mengatakan produksi kopi yang melimpah belum otomatis mampu menembus pasar ekspor. Persoalan mutu, standar perdagangan, dan ketertelusuran masih menjadi tantangan.

“Selama ini kopi di Kepahiang banyak, tetapi belum masuk standar ekspor. Belum ada local champion yang muncul menjadi pelaku eksportir dan mengikuti standar ekspor. Karena itu, kami mendampingi petani dan koperasi di Desa Belitar agar kopi mereka memenuhi standar tersebut,” ujar Suryono.

Kopi tersebut dikirim melalui Pelabuhan Tanjung Priok dengan tujuan Naples, Italia. Menurut Suryono, peluang pasar kopi Sumatera Tengah, termasuk Bengkulu, masih terbuka, tetapi harus diikuti kemampuan menjaga kualitas dan kontinuitas pasokan.

Selain kualitas, pasar Eropa menuntut traceability atau ketertelusuran. Asal kopi harus dapat dibuktikan hingga wilayah dan lokasi kebun, terutama berkaitan dengan European Union Deforestation Regulation (EUDR).

“Standar ekspor sekarang bukan hanya soal kualitas, tetapi juga traceability. Kopi harus jelas berasal dari daerah mana dan kebunnya di mana,” katanya.

Ekspor perdana kopi asal Desa Belitar Seberang tersebut menjadi salah satu bukti bahwa pembinaan dari hulu hingga hilir dapat membuka akses komoditas lokal ke pasar internasional.

Bagi BI Bengkulu, tantangan berikutnya adalah memastikan kualitas, kontinuitas produksi, kelembagaan petani, dan standar ekspor dapat dipertahankan sehingga kopi Bengkulu tidak berhenti pada satu kali pengiriman, tetapi mampu bertahan di pasar global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *