Alaku
Alaku

Kopi Belitar Bengkulu Dobrak Pasar Italia

Wahyu Yuwana Hidayat, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu mencoba meracik kopi Bengkulu di Rejang Lebong. (Foto : Dok Hs 17/9/2026)

BENGKULU- Kopi robusta asal desa Belitar Seberang Kecamatan Sindang Kelingi Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu, mulai mendobrak pasar Italia. Sebanyak 19,2 ton kopi senilai sekitar US$71 ribu atau Rp1,24 miliar diekspor pada 7 September 2026.

Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya Bank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu mendorong komoditas dan UMKM daerah naik kelas hingga mampu bersaing di pasar global.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, mengatakan penguatan ekosistem kopi menjadi salah satu fokus BI.

Pembinaan tidak hanya diarahkan pada peningkatan kualitas produksi, tetapi juga penguatan kelembagaan petani melalui korporatisasi agar mampu memenuhi kebutuhan pasar yang lebih luas.

“Penguatan ekosistem kopi menjadi salah satu fokus BI. Tidak hanya menyasar kualitas produksi, BI juga mendorong kelembagaan petani melalui korporatisasi petani kopi,” tegas Wahyu, Senin (7/9) di Kepahiang.

Upaya tersebut diperkuat melalui pendampingan PT Alko Sumatra Kopi terhadap petani dan koperasi di Desa Belitar Seberang.

Koperasi binaan tersebut menghimpun empat kelompok petani. Selama hampir tiga bulan, kopi yang sebelumnya masih berupa kopi asalan diseleksi dan diproses hingga memenuhi standar grade 1 sesuai ketentuan SNI.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwono Hidayat didampingi direktur PT Alko Sumatra Kopi dan akademisi UNIB Bengkulu menjelang pelepasan ekspor kopi Bengkulu di Kepahiang. (Foto : Dok Hs 17/9/2026).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *