BENGKULU- Tradisi Sarapal Anam tetap hidup di tengah masyarakat Kelurahan Jembatan Kecil, Kota Bengkulu. Setiap 12 Rabiulawal, Masjid Taqwa rutin menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan memadukan syiar keagamaan dan budaya lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Tradisi tersebut juga masih dijalankan di sejumlah masjid di wilayah yang banyak dihuni masyarakat Lembak. Sarapal Anam menjadi bagian penting dalam peringatan Maulid Nabi melalui pembacaan syair dan selawat sebagai ungkapan kecintaan serta penghormatan kepada Rasulullah SAW.
Ketua Sarapal Anam Kelurahan Jembatan Kecil sekaligus panitia Maulid Nabi Masjid Taqwa, Kael Oelil Amri, mengatakan tradisi itu sengaja dipertahankan agar tidak terputus di tengah perkembangan zaman.
“Tradisi ini terus kami lestarikan untuk mengajak anak-anak mencintai Rasulullah, sekaligus mencintai dan menyenangi tradisi serta budaya lokal yang sudah diwariskan sejak dahulu,” ujar Kael. Senin (25/8/2026).

Peringatan Maulid Nabi di Masjid Taqwa berlangsung dalam dua sesi. Kegiatan pagi digelar pukul 08.00 hingga 10.00 WIB. Masyarakat membawa beragam kue untuk dibagikan kepada anak-anak yang mengikuti kegiatan.
Sementara sesi siang berlangsung pukul 13.00 hingga 15.00 WIB. Dalam kegiatan tersebut, anak-anak mendapatkan nasi kuning lengkap dengan ayam panggang yang telah disiapkan masyarakat.













