Program QRIS Banking Race (QBR) 3.0 menjadi salah satu strategi untuk memperluas akuisisi pengguna dan merchant sekaligus meningkatkan frekuensi transaksi.
Di Kabupaten Kaur, BI mendorong Desa Kreatif Digital Linau yang disinergikan dengan Festival Gurita. Sementara di Pulau Enggano, digitalisasi pembayaran diperkuat melalui program Garuda Pesisir, QRIS Jelajah Enggano, bazar UMKM, deklarasi SEPAKAT, hingga program SIGAP atau Siap Go DigitAl Pulau Enggano.
Penguatan ekosistem pembayaran digital juga dilakukan dalam Festival Tabut 2026 melalui edukasi QRIS, elektronifikasi transaksi pemerintah daerah, pelindungan konsumen, serta berbagai layanan pembayaran nontunai.
KKI Ritel Resmi Diluncurkan
Selain memperluas MDR QRIS 0 persen, BI meluncurkan Kartu Kredit Indonesia (KKI) Segmen Ritel. Instrumen ini ditujukan bagi masyarakat dan korporasi untuk kebutuhan transaksi sehari-hari maupun kegiatan usaha.
Pada tahap awal, KKI Segmen Ritel tersedia dalam bentuk kartu digital dan dapat digunakan sebagai sumber dana transaksi QRIS melalui Merchant Presented Mode, Consumer Presented Mode, dan QRIS Tanpa Pindai atau QRIS TAP berbasis NFC.
Nilai transaksi KKI melalui QRIS dapat mencapai maksimal Rp10 juta per transaksi. Sejak 17 Agustus 2026, KKI telah diterbitkan delapan penyedia jasa pembayaran, yakni BCA, Bank Mandiri, BNI, BRI, CIMB Niaga, PermataBank, Bank Mega, dan Bank Syariah Indonesia.
QRIS Jadi Pintu Masuk Ekonomi Digital Bengkulu
BI Bengkulu juga terus memperkuat literasi dan keamanan transaksi digital. Edukasi tidak hanya menyasar cara menggunakan QRIS, tetapi juga mengingatkan masyarakat memeriksa nama merchant, memastikan notifikasi dana masuk, menggunakan aplikasi resmi, serta mewaspadai berbagai modus penipuan digital.













