Alaku
Alaku

Pedagang Protes PKL Serobot Bahu Jalan di Festival Tabut

BENGKULU– Sejumlah pedagang makanan yang berjualan secara resmi di barisan luar pagar kawasan Sport Center, tempat pelaksanaan Festival Tabut, melayangkan protes terhadap pedagang kaki lima (PKL) yang membuka lapak di bahu jalan. Mereka mengeluhkan kerugian hingga jutaan rupiah akibat terhambatnya arus pengunjung yang biasa melintasi jalur utama, kini tertutup oleh deretan lapak PKL.

“Kami protes karena sudah membayar sewa lapak Rp3 juta kepada Dinas Pariwisata, ditambah iuran harian Rp30 ribu ke Satpol PP dan Rp10 ribu untuk kebersihan,” ujar Wahyu, salah satu pedagang, Rabu (2/7/2025).

Kondisi ini telah berlangsung selama tiga hari, sejak digelarnya Tabut Pembangunan. Para pedagang resmi mengaku omzet mereka menurun drastis karena konsentrasi pengunjung beralih ke bahu jalan, tempat PKL membuka dagangan mereka.

Di sisi lain, Alif, seorang pedagang kaki lima asal Padang, Sumatera Barat, mengatakan bahwa mereka terpaksa berpindah ke bahu jalan karena area biasa mereka digunakan tempat Tabut Pembangunan. Ia mengaku diperbolehkan berjualan oleh petugas parkir yang mengenakan atribut panitia, dengan kewajiban membayar Rp30 ribu per malam.

“Kami digeser ke bahu jalan dan disuruh berjualan di sini oleh panitia. Kami tetap membayar ke petugas, dan jalan ini juga diberlakukan satu arah (one way),” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, Murlin, saat dikonfirmasi menyatakan bahwa pihaknya hanya bertanggung jawab atas area dalam Sport Center. “Kami hanya menangani kawasan dalam pagar Sport Center. Yang di luar pagar atau di pinggir jalan bukan kewenangan kami,” tegasnya.

Dugaan pungutan liar oleh oknum juga muncul, namun para pedagang enggan menyebutkan identitas pelaku. Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa kebijakan lalu lintas satu arah tak cukup mengurai kemacetan yang terjadi akibat aktivitas PKL di bahu jalan.

Kondisi ini menimbulkan keresahan di antara pedagang resmi dan pengunjung, serta menyoroti lemahnya koordinasi antar instansi dalam pengelolaan festival tahunan tersebut.

Reporter & Editor: Hasan.