BENGKULU- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu mulai mendalami pelaksanaan study tour SMKN 1 Kota Bengkulu ke Pagar Alam. Pemanggilan kepala sekolah dan delapan orang guru dilakukan setelah muncul sorotan terhadap kegiatan tersebut, termasuk informasi mengenai penyewaan kendaraan dan vila.
Kepala SMKN 1 Kota Bengkulu, Ismail Harahap, bersama delapan guru hadir di Kantor Dikbud Provinsi Bengkulu, Rabu (16/9/2026), sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka diterima Kepala Dikbud Provinsi Bengkulu, Zulhendri, didampingi Kepala Bidang Pembinaan SMK, Rainer Atu, beserta jajaran.
Pertemuan yang berlangsung tertutup itu menjadi bagian dari proses klarifikasi dan pembinaan terhadap pihak sekolah. Usai pertemuan, Ismail mengelak saat dimintai keterangan oleh sejumlah wartawan mengenai kegiatan tersebut. Namun, ia memilih tidak memberikan penjelasan.
“No, no way. Langsung ke Pak Kadis. SMKN 1 Kota Bengkulu bukan berita,” ujar Ismail sembari meninggalkan wartawan.
Sementara itu, Zulhendri membenarkan pihaknya telah memanggil kepala sekolah dan delapan guru untuk meminta penjelasan terkait study tour yang berlangsung pada Kamis (10/9/2026) lalu.
“Hasil pemanggilan memastikan kunjungan rombongan SMKN ke Pagar Alam dalam rangka study tour. Apa pun alasan mereka, kami dari Dikbud tetap melakukan pembinaan,” kata Zulhendri.
Ia menegaskan, sanksi terhadap pihak sekolah berpotensi diberikan. Namun, keputusan tersebut akan disampaikan terlebih dahulu kepada Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bengkulu untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku.













