REJANG LEBONG– SDIT Khoiru Ummah yang berlokasi di Jalan Bhayangkara 1 Sukowati, Kelurahan Talang Rimbo Lama, Kecamatan Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, makin menunjukkan eksistensinya sebagai sekolah unggulan berbasis nilai-nilai adab dan keislaman.
Dengan slogan “Sekolah Peradaban, Sekolah Berbasis Adab”, SDIT Khoiru Ummah hadir sebagai satu-satunya sekolah di Kabupaten Rejang Lebong yang bernaung di bawah Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia. Tak hanya menjadi pelopor dalam mengusung konsep Sekolah Adab, SDIT Khoiru Ummah juga mencetak prestasi gemilang melalui kepemimpinan Kepala Sekolah Rajab Effendi, M.Pd.Gr.
Baru-baru ini, Rajab Effendi mencatatkan prestasi membanggakan dengan lolos sebagai peserta ALCoB Programme for Educators’ eXchange (APEX) 2025, program bergengsi dari Kemendikbudristek. Ia menjadi satu-satunya kepala sekolah dari Provinsi Bengkulu yang berhasil masuk dalam 40 besar peserta terpilih dari seluruh Indonesia.
APEX 2025 mengusung tema “Mutual Understanding of Korean and Indonesian Cultures and Exchange of Teaching Methods”. Program pelatihan internasional ini akan berlangsung pada Agustus 2025 di Jakarta dan akan melibatkan pendidik dari dalam dan luar negeri untuk saling bertukar gagasan dan metode pengajaran.
Kehadiran SDIT Khoiru Ummah sebagai sekolah berbasis adab dan budaya Arab memberikan warna baru bagi dunia pendidikan di Rejang Lebong. Visi sekolah yang menekankan pada pembentukan karakter, akhlak, dan kecintaan pada ilmu menjadikannya sebagai pionir pendidikan Islam terpadu di daerah tersebut.
Melalui pendekatan kurikulum khas JSIT Indonesia, sekolah ini terus memperluas sayap dan menjawab kebutuhan masyarakat akan pendidikan yang menyeluruh, spiritual, intelektual, dan sosial.
Dengan prestasi kepala sekolah yang mendunia, SDIT Khoiru Ummah membuktikan bahwa sekolah dari daerah pun mampu tampil di panggung nasional dan internasional.
Reporter: Ismail. Editor: Hasan













