Alaku
Alaku

Solidaritas Guru Bengkulu Mengalir untuk Pejuang Kanker Limfoma

Dikbud provinsi Bengkulu bersama Dharmawanita mengunjungi Guru SMAN 3 Benteng yang sedang menjalani kemoterapi. (Foto: Dok 8/5/2026)

BENGKULU- Solidaritas dunia pendidikan di Provinsi Bengkulu kembali terlihat nyata. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dikbud dan Kepala SMAN 5 Kota Bengkulu turun langsung menjenguk Arief Rahmawan Yulianto, guru Kimia SMAN 3 Bengkulu Tengah yang tengah berjuang melawan kanker limfoma.

Kunjungan ke rumah sakit itu bukan sekadar memberi dukungan moril, tetapi juga membawa bantuan kemanusiaan dari berbagai elemen pendidikan dan sosial di Bengkulu. Bantuan disalurkan oleh Baznas berupa sembako dan dana bantuan, SMAN 3 Bengkulu Tengah, SMAN 5 Kota Bengkulu, Forum Generasi Berencana Provinsi Bengkulu berupa kursi roda dan bantuan dana, hingga Alumni Pendidikan Kimia Universitas Bengkulu.

Kepala Dikbud Provinsi Bengkulu, Zulhendri, menegaskan Arief merupakan sosok guru muda penuh dedikasi yang telah menorehkan banyak prestasi meski usianya belum genap 24 tahun.

“Arief adalah guru muda yang memiliki semangat luar biasa dalam mendidik. Ia aktif membimbing siswa dalam karya tulis ilmiah hingga berhasil membawa peserta didiknya meraih prestasi tingkat nasional dan internasional,” ujar Zulhendri.

Di tengah perjuangannya menjalani kemoterapi, Arief juga harus menghadapi tekanan ekonomi karena masih berstatus Guru Tidak Tetap (GTT). Kondisi itu diperberat dengan sang ibu yang saat ini turut menjalani perawatan akibat patah kaki.

Menurut Zulhendri, kondisi tersebut menjadi panggilan kemanusiaan yang tidak bisa diabaikan.

“Ini bukan hanya soal bantuan materi, tetapi bentuk kepedulian dan keberpihakan terhadap tenaga pendidik yang sedang berjuang mempertahankan hidupnya. Kami berharap Arief diberikan kekuatan dan segera pulih,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *