Alaku
Alaku

Tiga Sampel MBG SDN 59 Tak Lolos Uji BPOM, Dinkes Off-kan SPPG 10 Hari

Foto : Ilustrasi.

Sementara sampel ayam kaki naga lainnya ditemukan mengandung Staphylococcus aureus sebanyak 4,4 x 10² koloni per gram.

“Sampel seperti sayur tumis buncis dan wortel, sampel ayam kaki naga (sempol) tidak memenuhi syarat karena jumlah bakteri dalam kandungan melebihi ambang batas,” jelas Nelli.

Atas temuan tersebut, Dinkes Kota Bengkulu memberikan sanksi penghentian sementara operasional SPPG selama 10 hari. Masa penghentian digunakan untuk melakukan perbaikan, sementara proses pengawasan dan pemantauan terhadap SPPG diperketat.

Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa temuan ketidaksesuaian keamanan pangan tidak berhenti pada pemeriksaan laboratorium. SPPG diwajibkan melakukan pembenahan sebelum kembali menjalankan pelayanan, dengan aspek pengolahan, kebersihan, penyimpanan, hingga distribusi makanan menjadi bagian yang perlu mendapat perhatian.

Di sisi lain, hasil pemeriksaan BPOM juga menunjukkan tidak semua sampel makanan bermasalah. Tahu goreng dan dua sampel kentang kukus dinyatakan memenuhi syarat. Pemeriksaan menunjukkan kandungan nitrit pada tahu goreng dan kedua sampel kentang negatif, sedangkan jumlah bakteri yang diperiksa masih berada di bawah ambang batas.

Dengan demikian, dari enam sampel yang diperiksa, tiga memenuhi syarat dan tiga lainnya tidak memenuhi syarat berdasarkan parameter pemeriksaan BPOM.

Nelli mengatakan keberadaan Bacillus cereus dan Staphylococcus aureus menjadi perhatian dalam pemeriksaan keamanan pangan. Dalam konteks penanganan KLB keracunan pangan, kedua bakteri tersebut dapat menjadi indikator apabila jumlahnya melebihi batas yang dipersyaratkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *